Rabu, 02 Februari 2011

SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

- Hallo sahabat Para Pembelajar, Pada sharing yang berjudul , Semoga Para Sahabat dapat Mudah Memahaminya.

SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

lihat juga


1.      PENGERTIAN PERNAPASAN
 
Pada dasarnya pernapasan adalah: serangkaian pengambilan oksigen dan pengeluaran sisa oksidasi berupa karbondioksida dan uap air melalui alat pernapasan. Proses pernapasan pada manusia berjalan tidak secara langsung, artinya udara tidak berdifusi langsung masuk ke dalam sel tubuh melalui permukaan kulit. Udara masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Berikut ini akan dijelaskan alat-alat pernapasan dan mekanismenya.

2.      ALAT PERNAPASAN MANUSIA

Alat pernapasan adalah alat atau bagian tubuh tempat O2 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya CO2 dapat berdifusi keluar pada respirasi aerob. Alatpernapasan pada manusia terdiri atas rongga hidung, faring ( tekak), laring ( pangkal tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).



a. Rongga hidung ( cavum nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir. Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Jadi, rongga hidung berfungsi untuk: menyaring udara, melembapkan udara, dan memanaskan udara.

b. Faring ( tekak)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan ( nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan ( orofaring) pada bagian belakang.
c. Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terletak antara faring dan trakea. Laring tersusun atas sembilan buah tulang rawan. Bagian dalam dindingnya digerakkan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang menghubungkan trakea dengan faring. Laring memiliki katup yang disebut epiglotis. Pada saat menelan makanan, epiglotis tertutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
Di dalam laring, selain terdapat epiglotis juga ditemukan adanya pita suara. Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
d. Tenggorokan ( trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
e. Cabang-cabang tenggorokan ( bronkus)
Tenggorokan ( trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Dinding bronkiolus tipis dan tidak bertulang rawan.
f. Paru-paru ( pulmo)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Di bagian samping paru-paru dibatasi oleh otot dan rusuk, sedangkan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan ( pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri ( pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam ( pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar ( pleura parietalis).
Di dalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis, serta terdiri dari satu lapis sel yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

2. Mekanisme Pernapasan Manusia
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler. Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara ( inspirasi) dan pengeluaran udara ( ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
a. Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1). Fase inspirasi
Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada mengembang.
Pengembangan rongga dada menyebabkan volume paru-paru juga mengembang akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2) Fase ekspirasi
Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Rongga dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru juga mengecil sehingga tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. Hal tersebut menyebabkan udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
b. Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua fase, yakni:
1) Fase inspirasi
Fase inspirasi merupakan kontraksi otot diafragma sehingga mengembang, akibatnya paru-paru ikut mengembang. Hal tersebut menyebabkan rongga dada membesar dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih kecil daripada tekanan udara luar sehingga udara luar dapat masuk ke dalam.
2) Fase ekspirasi
Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paruparu lebih besar daripada tekanan udara luar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
3. Kapasitas Paru-Paru
Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan. Kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Udara tidal, yaitu udara yang keluar masuk paru-paru pada saat pernapasan biasa. Jumlah volume udaranya sebesar 500 ml.
b. Udara komplementer, yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
c. Udara suplementer, yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
d. Kapasitas vital paru-paru, yaitu kemampuan paru-paru untuk melakukan respirasi sekuat-kuatnya atau merupakan jumlah udara tidal, udara komplementer, dan udara suplementer. Jadi besarnya volume kapasitas vital paru-paru kurang lebih 4 liter.
e. Udara residu, yaitu udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih 500 ml.
f. Kapasitas total paru-paru, yaitu seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4.500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3.500 cc, yang 1.000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. Kapasitas vital setiap orang berbeda-beda. Kapasitas vital dapat kalian rasakan saat kalian menghirup napas sedalam mungkin dan kemudian menghembuskanya sekuat mungkin. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan alat spirometer. Spirometer merupakan alat pengukur kapasitas paru-paru seseorang. Perhatikan gambar 6.6. Spirometer yang konvensional terbuat seperti tangki yang memiliki selang. Seseorang yang ingin mengetahui kapasitas paru-parunya dapat menghembuskan napas pada selang. Pada alat yang lebih modern, spirometer telah dihubungkan dengan komputer.

Dalam keadaan normal, kegiatan inspirasi dan ekspirasi dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal ± 500 cc). Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi menggunakan sekitar 1.500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1.500 cc). Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3.500 cc. Dari 500 cc udara inspirasi/ ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang
Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.
4. Pertukaran O2 dan CO2 dalam Pernapasan
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan. Pekerjapekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Hal ini karena pekerja berat lebih banyak memerlukan energi sehingga untuk menghasilkan energi yang banyak, tubuh membutuhkan oksigen yang banyak pula untuk membakar bahan sumber energi. Demikian juga seseorang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar, dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. Seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seseorang yang memakan sayur-sayuran.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa, kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena hal lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang. Di dalam proses pertukaran O2 dan CO2, oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Secara sederhana, pengikatan oksigen oleh hemoglobin dapat diperlihatkan menurut persamaan reaksi bolak-balik berikut ini:
19 - Sistem Pernapasan Manusia 6
Reaksi di atas dipengaruhi oleh kadar O2, kadar CO2, tekanan O2 (P O2), perbedaan kadar O2 dalam jaringan, dan kadar O2 di udara. Proses difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi.
19 - Sistem Pernapasan Manusia 7
Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfer atau 760 mm Hg, sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Tekanan oksigen di lingkungan lebih tinggi daripada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Oleh karena itu, oksigen dapat masuk ke paru-paru secara difusi.
Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 -nya 104 mm Hg; menuju ke jantung. Dari jantung, O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 -nya 104 mm Hg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 -nya 0 – 40 mm Hg. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari jaringan, CO2 akan mengalir melalui vena sistemik ke jantung. Tekanan CO2 di jaringan di atas 45 mm Hg, lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang hanya 45 mmHg. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 -nya sama, yaitu 45 mm Hg. Dari arteri pulmonalis, CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas. Untuk lebih jelasnya perhatikan skema berikut.

Berapa minimal darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada jaringan? Setiap 100 mm3 darah dengan tekanan oksigen 100 mm Hg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena.
Dengan demikian kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen adalah 7 cc per 100 mm3 darah. Pengangkutan sekitar 200 mm3 CO2 ke luar tubuh umumnya berlangsung menurut reaksi kimia berikut:
Tiap liter darah hanya dapat melarutkan 4,3 cc CO2 sehingga memengaruhi pH darah menjadi 4,5 karena terbentuknya asam karbonat yang menyebabkan darah bersifat asam. Keasaman tersebut dinetralkan oleh ion-ion natrium dan kalium dalam darah.
Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 cara, yakni sebagai berikut:
a. Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2).
b. Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2).
c. Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2). Reaksinya adalah sebagai berikut:



Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.
5. Energi dalam Pernapasan
Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari ATP (Adenosin Tri Fosfat) yang ada pada masing-masing sel. ATP berasal dari bahan-bahan karbohidrat yang diubah menjadi fosfat melalui tiga tahapan. Mula-mula, pada tahap I proses glikolisis oleh enzim glukokinase membentuk piruvat pada siklus glukosa. Kemudian tahap II, yakni siklus Krebs (TCA = Tri Carboxylic Acid Cycle). Kemudian tahap III, yakni tahap sistem transpor elektron. Glikolisis terjadi di sitoplasma, sedangkan siklus Krebs dan sistem transpor elektron terjadi di mitokondria.

1.      PENGERTIAN PERNAPASAN
 

Pada dasarnya pernapasan adalah: serangkaian pengambilan oksigen dan pengeluaran sisa oksidasi berupa karbondioksida dan uap air melalui alat pernapasan. Proses pernapasan pada manusia berjalan tidak secara langsung, artinya udara tidak berdifusi langsung masuk ke dalam sel tubuh melalui permukaan kulit. Udara masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Berikut ini akan dijelaskan alat-alat pernapasan dan mekanismenya.

2.      ALAT PERNAPASAN MANUSIA

Alat pernapasan adalah alat atau bagian tubuh tempat O2 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya CO2 dapat berdifusi keluar pada respirasi aerob. Alatpernapasan pada manusia terdiri atas rongga hidung, faring ( tekak), laring ( pangkal tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).



a. Rongga hidung ( cavum nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir. Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Jadi, rongga hidung berfungsi untuk: menyaring udara, melembapkan udara, dan memanaskan udara.

b. Faring ( tekak)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan ( nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan ( orofaring) pada bagian belakang.
c. Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terletak antara faring dan trakea. Laring tersusun atas sembilan buah tulang rawan. Bagian dalam dindingnya digerakkan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang menghubungkan trakea dengan faring. Laring memiliki katup yang disebut epiglotis. Pada saat menelan makanan, epiglotis tertutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
Di dalam laring, selain terdapat epiglotis juga ditemukan adanya pita suara. Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
d. Tenggorokan ( trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
e. Cabang-cabang tenggorokan ( bronkus)
Tenggorokan ( trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Dinding bronkiolus tipis dan tidak bertulang rawan.
f. Paru-paru ( pulmo)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Di bagian samping paru-paru dibatasi oleh otot dan rusuk, sedangkan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan ( pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri ( pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam ( pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar ( pleura parietalis).
Di dalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis, serta terdiri dari satu lapis sel yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

2. Mekanisme Pernapasan Manusia
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler. Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara ( inspirasi) dan pengeluaran udara ( ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
a. Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1). Fase inspirasi
Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada mengembang.
Pengembangan rongga dada menyebabkan volume paru-paru juga mengembang akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2) Fase ekspirasi
Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Rongga dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru juga mengecil sehingga tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. Hal tersebut menyebabkan udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
b. Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua fase, yakni:
1) Fase inspirasi
Fase inspirasi merupakan kontraksi otot diafragma sehingga mengembang, akibatnya paru-paru ikut mengembang. Hal tersebut menyebabkan rongga dada membesar dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih kecil daripada tekanan udara luar sehingga udara luar dapat masuk ke dalam.
2) Fase ekspirasi
Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paruparu lebih besar daripada tekanan udara luar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
3. Kapasitas Paru-Paru
Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan. Kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Udara tidal, yaitu udara yang keluar masuk paru-paru pada saat pernapasan biasa. Jumlah volume udaranya sebesar 500 ml.
b. Udara komplementer, yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
c. Udara suplementer, yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
d. Kapasitas vital paru-paru, yaitu kemampuan paru-paru untuk melakukan respirasi sekuat-kuatnya atau merupakan jumlah udara tidal, udara komplementer, dan udara suplementer. Jadi besarnya volume kapasitas vital paru-paru kurang lebih 4 liter.
e. Udara residu, yaitu udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih 500 ml.
f. Kapasitas total paru-paru, yaitu seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4.500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3.500 cc, yang 1.000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. Kapasitas vital setiap orang berbeda-beda. Kapasitas vital dapat kalian rasakan saat kalian menghirup napas sedalam mungkin dan kemudian menghembuskanya sekuat mungkin. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan alat spirometer. Spirometer merupakan alat pengukur kapasitas paru-paru seseorang. Perhatikan gambar 6.6. Spirometer yang konvensional terbuat seperti tangki yang memiliki selang. Seseorang yang ingin mengetahui kapasitas paru-parunya dapat menghembuskan napas pada selang. Pada alat yang lebih modern, spirometer telah dihubungkan dengan komputer.

Dalam keadaan normal, kegiatan inspirasi dan ekspirasi dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal ± 500 cc). Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi menggunakan sekitar 1.500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1.500 cc). Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3.500 cc. Dari 500 cc udara inspirasi/ ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang
Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.
4. Pertukaran O2 dan CO2 dalam Pernapasan
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan. Pekerjapekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Hal ini karena pekerja berat lebih banyak memerlukan energi sehingga untuk menghasilkan energi yang banyak, tubuh membutuhkan oksigen yang banyak pula untuk membakar bahan sumber energi. Demikian juga seseorang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar, dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. Seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seseorang yang memakan sayur-sayuran.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa, kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena hal lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang. Di dalam proses pertukaran O2 dan CO2, oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Secara sederhana, pengikatan oksigen oleh hemoglobin dapat diperlihatkan menurut persamaan reaksi bolak-balik berikut ini:
19 - Sistem Pernapasan Manusia 6
Reaksi di atas dipengaruhi oleh kadar O2, kadar CO2, tekanan O2 (P O2), perbedaan kadar O2 dalam jaringan, dan kadar O2 di udara. Proses difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi.
19 - Sistem Pernapasan Manusia 7
Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfer atau 760 mm Hg, sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Tekanan oksigen di lingkungan lebih tinggi daripada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Oleh karena itu, oksigen dapat masuk ke paru-paru secara difusi.
Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 -nya 104 mm Hg; menuju ke jantung. Dari jantung, O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 -nya 104 mm Hg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 -nya 0 – 40 mm Hg. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari jaringan, CO2 akan mengalir melalui vena sistemik ke jantung. Tekanan CO2 di jaringan di atas 45 mm Hg, lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang hanya 45 mmHg. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 -nya sama, yaitu 45 mm Hg. Dari arteri pulmonalis, CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas. Untuk lebih jelasnya perhatikan skema berikut.

Berapa minimal darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada jaringan? Setiap 100 mm3 darah dengan tekanan oksigen 100 mm Hg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena.
Dengan demikian kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen adalah 7 cc per 100 mm3 darah. Pengangkutan sekitar 200 mm3 CO2 ke luar tubuh umumnya berlangsung menurut reaksi kimia berikut:
Tiap liter darah hanya dapat melarutkan 4,3 cc CO2 sehingga memengaruhi pH darah menjadi 4,5 karena terbentuknya asam karbonat yang menyebabkan darah bersifat asam. Keasaman tersebut dinetralkan oleh ion-ion natrium dan kalium dalam darah.
Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 cara, yakni sebagai berikut:
a. Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2).
b. Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2).
c. Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2). Reaksinya adalah sebagai berikut:



Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.
5. Energi dalam Pernapasan
Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari ATP (Adenosin Tri Fosfat) yang ada pada masing-masing sel. ATP berasal dari bahan-bahan karbohidrat yang diubah menjadi fosfat melalui tiga tahapan. Mula-mula, pada tahap I proses glikolisis oleh enzim glukokinase membentuk piruvat pada siklus glukosa. Kemudian tahap II, yakni siklus Krebs (TCA = Tri Carboxylic Acid Cycle). Kemudian tahap III, yakni tahap sistem transpor elektron. Glikolisis terjadi di sitoplasma, sedangkan siklus Krebs dan sistem transpor elektron terjadi di mitokondria.

1.      PENGERTIAN PERNAPASAN
 

Pada dasarnya pernapasan adalah: serangkaian pengambilan oksigen dan pengeluaran sisa oksidasi berupa karbondioksida dan uap air melalui alat pernapasan. Proses pernapasan pada manusia berjalan tidak secara langsung, artinya udara tidak berdifusi langsung masuk ke dalam sel tubuh melalui permukaan kulit. Udara masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Berikut ini akan dijelaskan alat-alat pernapasan dan mekanismenya.

2.      ALAT PERNAPASAN MANUSIA

Alat pernapasan adalah alat atau bagian tubuh tempat O2 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya CO2 dapat berdifusi keluar pada respirasi aerob. Alatpernapasan pada manusia terdiri atas rongga hidung, faring ( tekak), laring ( pangkal tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).



a. Rongga hidung ( cavum nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir. Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Jadi, rongga hidung berfungsi untuk: menyaring udara, melembapkan udara, dan memanaskan udara.

b. Faring ( tekak)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan ( nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan ( orofaring) pada bagian belakang.
c. Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terletak antara faring dan trakea. Laring tersusun atas sembilan buah tulang rawan. Bagian dalam dindingnya digerakkan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang menghubungkan trakea dengan faring. Laring memiliki katup yang disebut epiglotis. Pada saat menelan makanan, epiglotis tertutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
Di dalam laring, selain terdapat epiglotis juga ditemukan adanya pita suara. Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
d. Tenggorokan ( trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
e. Cabang-cabang tenggorokan ( bronkus)
Tenggorokan ( trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Dinding bronkiolus tipis dan tidak bertulang rawan.
f. Paru-paru ( pulmo)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Di bagian samping paru-paru dibatasi oleh otot dan rusuk, sedangkan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan ( pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri ( pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam ( pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar ( pleura parietalis).
Di dalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis, serta terdiri dari satu lapis sel yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

2. Mekanisme Pernapasan Manusia
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler. Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara ( inspirasi) dan pengeluaran udara ( ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
a. Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1). Fase inspirasi
Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada mengembang.
Pengembangan rongga dada menyebabkan volume paru-paru juga mengembang akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2) Fase ekspirasi
Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Rongga dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru juga mengecil sehingga tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. Hal tersebut menyebabkan udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
b. Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua fase, yakni:
1) Fase inspirasi
Fase inspirasi merupakan kontraksi otot diafragma sehingga mengembang, akibatnya paru-paru ikut mengembang. Hal tersebut menyebabkan rongga dada membesar dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih kecil daripada tekanan udara luar sehingga udara luar dapat masuk ke dalam.
2) Fase ekspirasi
Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paruparu lebih besar daripada tekanan udara luar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
3. Kapasitas Paru-Paru
Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan. Kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Udara tidal, yaitu udara yang keluar masuk paru-paru pada saat pernapasan biasa. Jumlah volume udaranya sebesar 500 ml.
b. Udara komplementer, yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
c. Udara suplementer, yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
d. Kapasitas vital paru-paru, yaitu kemampuan paru-paru untuk melakukan respirasi sekuat-kuatnya atau merupakan jumlah udara tidal, udara komplementer, dan udara suplementer. Jadi besarnya volume kapasitas vital paru-paru kurang lebih 4 liter.
e. Udara residu, yaitu udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih 500 ml.
f. Kapasitas total paru-paru, yaitu seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4.500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3.500 cc, yang 1.000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. Kapasitas vital setiap orang berbeda-beda. Kapasitas vital dapat kalian rasakan saat kalian menghirup napas sedalam mungkin dan kemudian menghembuskanya sekuat mungkin. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan alat spirometer. Spirometer merupakan alat pengukur kapasitas paru-paru seseorang. Perhatikan gambar 6.6. Spirometer yang konvensional terbuat seperti tangki yang memiliki selang. Seseorang yang ingin mengetahui kapasitas paru-parunya dapat menghembuskan napas pada selang. Pada alat yang lebih modern, spirometer telah dihubungkan dengan komputer.

Dalam keadaan normal, kegiatan inspirasi dan ekspirasi dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal ± 500 cc). Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi menggunakan sekitar 1.500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1.500 cc). Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3.500 cc. Dari 500 cc udara inspirasi/ ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang
Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.
4. Pertukaran O2 dan CO2 dalam Pernapasan
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan. Pekerjapekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Hal ini karena pekerja berat lebih banyak memerlukan energi sehingga untuk menghasilkan energi yang banyak, tubuh membutuhkan oksigen yang banyak pula untuk membakar bahan sumber energi. Demikian juga seseorang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar, dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. Seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seseorang yang memakan sayur-sayuran.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa, kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena hal lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang. Di dalam proses pertukaran O2 dan CO2, oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Secara sederhana, pengikatan oksigen oleh hemoglobin dapat diperlihatkan menurut persamaan reaksi bolak-balik berikut ini:
19 - Sistem Pernapasan Manusia 6
Reaksi di atas dipengaruhi oleh kadar O2, kadar CO2, tekanan O2 (P O2), perbedaan kadar O2 dalam jaringan, dan kadar O2 di udara. Proses difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi.
19 - Sistem Pernapasan Manusia 7
Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfer atau 760 mm Hg, sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Tekanan oksigen di lingkungan lebih tinggi daripada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Oleh karena itu, oksigen dapat masuk ke paru-paru secara difusi.
Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 -nya 104 mm Hg; menuju ke jantung. Dari jantung, O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 -nya 104 mm Hg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 -nya 0 – 40 mm Hg. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari jaringan, CO2 akan mengalir melalui vena sistemik ke jantung. Tekanan CO2 di jaringan di atas 45 mm Hg, lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang hanya 45 mmHg. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 -nya sama, yaitu 45 mm Hg. Dari arteri pulmonalis, CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas. Untuk lebih jelasnya perhatikan skema berikut.

Berapa minimal darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada jaringan? Setiap 100 mm3 darah dengan tekanan oksigen 100 mm Hg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena.
Dengan demikian kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen adalah 7 cc per 100 mm3 darah. Pengangkutan sekitar 200 mm3 CO2 ke luar tubuh umumnya berlangsung menurut reaksi kimia berikut:
Tiap liter darah hanya dapat melarutkan 4,3 cc CO2 sehingga memengaruhi pH darah menjadi 4,5 karena terbentuknya asam karbonat yang menyebabkan darah bersifat asam. Keasaman tersebut dinetralkan oleh ion-ion natrium dan kalium dalam darah.
Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 cara, yakni sebagai berikut:
a. Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2).
b. Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2).
c. Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2). Reaksinya adalah sebagai berikut:



Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.
5. Energi dalam Pernapasan
Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari ATP (Adenosin Tri Fosfat) yang ada pada masing-masing sel. ATP berasal dari bahan-bahan karbohidrat yang diubah menjadi fosfat melalui tiga tahapan. Mula-mula, pada tahap I proses glikolisis oleh enzim glukokinase membentuk piruvat pada siklus glukosa. Kemudian tahap II, yakni siklus Krebs (TCA = Tri Carboxylic Acid Cycle). Kemudian tahap III, yakni tahap sistem transpor elektron. Glikolisis terjadi di sitoplasma, sedangkan siklus Krebs dan sistem transpor elektron terjadi di mitokondria.

Kamis, 13 Januari 2011

SOAL ONLINE INTERAKTIF UNTUK BLOG

- Hallo sahabat Para Pembelajar, Pada sharing yang berjudul , Semoga Para Sahabat dapat Mudah Memahaminya.

SOAL ONLINE INTERAKTIF UNTUK BLOG
SOAL ONLINE INTERAKTIF UNTUK BLOG

lihat juga


Blog sekarang ini merupakan media yang cukup ampuh untuk pembelajaran. Banyak sekali layanan blog gratis yang dapat kita manfaatkan sebagai media pembelajaran untuk menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran klasikal di kelas. Ada beberapa layanan blog yang dapat kita manfaatkan, diantaranya blogspot.com, wordpress.com, multiply.com dan lain sebagainya. Untuk Anda yang ingin tampilan blog professional dan faham bahasa cms/html kami sarankan pakailah layanan Blogspot.com. Blogspot mendukung semua bahasa pemprograman cms, java sript dan sebagainya.
Oke, kita mulai bagaimana membuat soal online untuk blog.

1. Masuklah ke alamat http://www.proprofs.com , lakukan registrasi dengan mengisi form email dan password. Saya sarankan password yang telah dibuat dicatat agar menghindari lupa.
2. Buka e-mail, lihat e-mail notifikasi dari proprofs lalu lakukan login pada proprofs.com
3. Klik Create A Quiz untuk membuat kuis, pilih Scored Quiz lalu klik Continue

 














4. Pada Add Questions, pilih soal yang diinginkan. Ada 5 pilihan seperti pada gambar dibawah.
+ Multiple Choice             = soal pilihan ganda
+ Checkboxes                    = soal cek list
+ True / False                    = soal pilihan benar / salah
+ Fill in The Blanks          = soal isian singkat
+ Essay Type                     = soal tipe essay 

Saya lebih suka memilih tipe soal pilihan ganda, hal ini karena proses penskoran lebih mudah dan cara menjawabnyapun siswa sudah terbiasa serta mudah.


5. Tuliskan soal yang akan diujikan. Soal sebaiknya sudah ditulis di Ms. Word atau pengolah kata yang lain agar dalam penulisan soal tidak memerlukan waktu yang lama, tinggal di copy-paste saja.
































6. Untuk menambah soal lagi, silahkan lakukan langkah seperti no 4 dengan mengklik Multiple choice.
 
SETTING SOAL ONLINE


Keterangan :
Ø   Maximum score = skor maksimum bisa ditentukan sendiri
Ø   Result type = komentar hasil setelah mengerjakan, bisa dipilih dengan mengkliknya
Ø   Minimum passing score = skor minimum untuk tuntas dalam persentase, bisa diatur sesuai KKM
Ø   Password protect quiz = soal online bisa dilindungi dengan password yang bisa ditentukan sendiri, ketikkan password yang diinginkan minimal 5 karakter. Gunakan password yang aman dan kuat, password bisa dibagikan kepada peserta tes yang kita kehendaki.
Ø   Quiz visibility = penampakan soal
Ø   Comment = komentar soal online, pilih public agar orang lain bisa mengomentari soal online yang kita buat.
Ø   Order of question = penyajian soal yang diinginkan, pilih sequential jika menginginkan soal berurut sesuai yang kita buat. Pilih random untuk mengacak soal yang telah kita buat.
Ø   Number of question = nomor pertanyaan soal, bisa dipilih show all question atau lainnya tinggal klik aja
Ø   Max. Time to complete quiz = waktu maksimal yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal online, bisa ditentukan dalam hitungan menit maupun jam, tinggal sesuai selera kita.
Ø   Choose your language = pilihan bahasa pengantar dalam soal online, klik aja dan pilih bahasa Indonesia.
Ø   Quiz is available = pilih aja always agar soal bisa diakses selamanya
Ø   Email notification dan browser security diperuntukkan hanya pelanggan premium saja



Setting identitas siswa yang ingin diketahui sebelum mengerjakan soal dengan mengklik yes pada name, email maupun id. Setidaknya name dan email diklik yes agar nama dan email siswa dapat kita ketahui setelah mengerjakan soal.






MEMASANG SOAL ONLINE DI BLOG

 
1. Klik My Quizzes untuk melihat daftar kuis/soal yang telah dibuat, klik Get Quiz Takers


Klik Add this quiz to your site



Langkah 1 :
Ø      Menentukan jenis font dan ukuran font pada soal, tentukan sesuai dengan keinginan.
Ø      Menentukan ukuran box soal online. Pemakai layanan gratis diberi pilihan ukuran small dan medium. Untuk ukuran large dan custom diperuntukkan bagi yang berbayar.
Ø      Tentukan tema tampilan soal, silahkan klik sesuai pilihan atau bisa diatur sendiri temanya dengan mengklik custom.
Fasilitas lainnya untuk yang berbayar.

 
Langkah 2 dan 3
Copy kode di kotak dan paste (salin) kode tersebut pada blog.
Untuk layanan blog wordpress gratis hal ini tidak diperkenankan.
Untuk layanan blog blogspot, silahkan copy kode tersebut dengan memilih format penulisan edit html


MELIHAT HASIL TES SISWA DAN STATISTIK SOAL


 
Pada daftar kuis (My Quizzes), klik Reports and Attempts untuk melihat hasil tes siswa. Siswa setelah mengerjakan soal online akan mendapatkan sertifikat beserta skor nilainya secara otomatis.
Untuk melihat statistic soal, klik Stats

 
SELAMAT MENCOBA ! MAJU SELALU PENDIDIKAN KITA !!

Blog sekarang ini merupakan media yang cukup ampuh untuk pembelajaran. Banyak sekali layanan blog gratis yang dapat kita manfaatkan sebagai media pembelajaran untuk menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran klasikal di kelas. Ada beberapa layanan blog yang dapat kita manfaatkan, diantaranya blogspot.com, wordpress.com, multiply.com dan lain sebagainya. Untuk Anda yang ingin tampilan blog professional dan faham bahasa cms/html kami sarankan pakailah layanan Blogspot.com. Blogspot mendukung semua bahasa pemprograman cms, java sript dan sebagainya.
Oke, kita mulai bagaimana membuat soal online untuk blog.

1. Masuklah ke alamat http://www.proprofs.com , lakukan registrasi dengan mengisi form email dan password. Saya sarankan password yang telah dibuat dicatat agar menghindari lupa.
2. Buka e-mail, lihat e-mail notifikasi dari proprofs lalu lakukan login pada proprofs.com
3. Klik Create A Quiz untuk membuat kuis, pilih Scored Quiz lalu klik Continue

 














4. Pada Add Questions, pilih soal yang diinginkan. Ada 5 pilihan seperti pada gambar dibawah.
+ Multiple Choice             = soal pilihan ganda
+ Checkboxes                    = soal cek list
+ True / False                    = soal pilihan benar / salah
+ Fill in The Blanks          = soal isian singkat
+ Essay Type                     = soal tipe essay 

Saya lebih suka memilih tipe soal pilihan ganda, hal ini karena proses penskoran lebih mudah dan cara menjawabnyapun siswa sudah terbiasa serta mudah.


5. Tuliskan soal yang akan diujikan. Soal sebaiknya sudah ditulis di Ms. Word atau pengolah kata yang lain agar dalam penulisan soal tidak memerlukan waktu yang lama, tinggal di copy-paste saja.
































6. Untuk menambah soal lagi, silahkan lakukan langkah seperti no 4 dengan mengklik Multiple choice.
 
SETTING SOAL ONLINE


Keterangan :
Ø   Maximum score = skor maksimum bisa ditentukan sendiri
Ø   Result type = komentar hasil setelah mengerjakan, bisa dipilih dengan mengkliknya
Ø   Minimum passing score = skor minimum untuk tuntas dalam persentase, bisa diatur sesuai KKM
Ø   Password protect quiz = soal online bisa dilindungi dengan password yang bisa ditentukan sendiri, ketikkan password yang diinginkan minimal 5 karakter. Gunakan password yang aman dan kuat, password bisa dibagikan kepada peserta tes yang kita kehendaki.
Ø   Quiz visibility = penampakan soal
Ø   Comment = komentar soal online, pilih public agar orang lain bisa mengomentari soal online yang kita buat.
Ø   Order of question = penyajian soal yang diinginkan, pilih sequential jika menginginkan soal berurut sesuai yang kita buat. Pilih random untuk mengacak soal yang telah kita buat.
Ø   Number of question = nomor pertanyaan soal, bisa dipilih show all question atau lainnya tinggal klik aja
Ø   Max. Time to complete quiz = waktu maksimal yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal online, bisa ditentukan dalam hitungan menit maupun jam, tinggal sesuai selera kita.
Ø   Choose your language = pilihan bahasa pengantar dalam soal online, klik aja dan pilih bahasa Indonesia.
Ø   Quiz is available = pilih aja always agar soal bisa diakses selamanya
Ø   Email notification dan browser security diperuntukkan hanya pelanggan premium saja



Setting identitas siswa yang ingin diketahui sebelum mengerjakan soal dengan mengklik yes pada name, email maupun id. Setidaknya name dan email diklik yes agar nama dan email siswa dapat kita ketahui setelah mengerjakan soal.






MEMASANG SOAL ONLINE DI BLOG

 
1. Klik My Quizzes untuk melihat daftar kuis/soal yang telah dibuat, klik Get Quiz Takers


Klik Add this quiz to your site



Langkah 1 :
Ø      Menentukan jenis font dan ukuran font pada soal, tentukan sesuai dengan keinginan.
Ø      Menentukan ukuran box soal online. Pemakai layanan gratis diberi pilihan ukuran small dan medium. Untuk ukuran large dan custom diperuntukkan bagi yang berbayar.
Ø      Tentukan tema tampilan soal, silahkan klik sesuai pilihan atau bisa diatur sendiri temanya dengan mengklik custom.
Fasilitas lainnya untuk yang berbayar.

 
Langkah 2 dan 3
Copy kode di kotak dan paste (salin) kode tersebut pada blog.
Untuk layanan blog wordpress gratis hal ini tidak diperkenankan.
Untuk layanan blog blogspot, silahkan copy kode tersebut dengan memilih format penulisan edit html


MELIHAT HASIL TES SISWA DAN STATISTIK SOAL


 
Pada daftar kuis (My Quizzes), klik Reports and Attempts untuk melihat hasil tes siswa. Siswa setelah mengerjakan soal online akan mendapatkan sertifikat beserta skor nilainya secara otomatis.
Untuk melihat statistic soal, klik Stats

 
SELAMAT MENCOBA ! MAJU SELALU PENDIDIKAN KITA !!

Blog sekarang ini merupakan media yang cukup ampuh untuk pembelajaran. Banyak sekali layanan blog gratis yang dapat kita manfaatkan sebagai media pembelajaran untuk menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran klasikal di kelas. Ada beberapa layanan blog yang dapat kita manfaatkan, diantaranya blogspot.com, wordpress.com, multiply.com dan lain sebagainya. Untuk Anda yang ingin tampilan blog professional dan faham bahasa cms/html kami sarankan pakailah layanan Blogspot.com. Blogspot mendukung semua bahasa pemprograman cms, java sript dan sebagainya.
Oke, kita mulai bagaimana membuat soal online untuk blog.

1. Masuklah ke alamat http://www.proprofs.com , lakukan registrasi dengan mengisi form email dan password. Saya sarankan password yang telah dibuat dicatat agar menghindari lupa.
2. Buka e-mail, lihat e-mail notifikasi dari proprofs lalu lakukan login pada proprofs.com
3. Klik Create A Quiz untuk membuat kuis, pilih Scored Quiz lalu klik Continue

 














4. Pada Add Questions, pilih soal yang diinginkan. Ada 5 pilihan seperti pada gambar dibawah.
+ Multiple Choice             = soal pilihan ganda
+ Checkboxes                    = soal cek list
+ True / False                    = soal pilihan benar / salah
+ Fill in The Blanks          = soal isian singkat
+ Essay Type                     = soal tipe essay 

Saya lebih suka memilih tipe soal pilihan ganda, hal ini karena proses penskoran lebih mudah dan cara menjawabnyapun siswa sudah terbiasa serta mudah.


5. Tuliskan soal yang akan diujikan. Soal sebaiknya sudah ditulis di Ms. Word atau pengolah kata yang lain agar dalam penulisan soal tidak memerlukan waktu yang lama, tinggal di copy-paste saja.
































6. Untuk menambah soal lagi, silahkan lakukan langkah seperti no 4 dengan mengklik Multiple choice.
 
SETTING SOAL ONLINE


Keterangan :
Ø   Maximum score = skor maksimum bisa ditentukan sendiri
Ø   Result type = komentar hasil setelah mengerjakan, bisa dipilih dengan mengkliknya
Ø   Minimum passing score = skor minimum untuk tuntas dalam persentase, bisa diatur sesuai KKM
Ø   Password protect quiz = soal online bisa dilindungi dengan password yang bisa ditentukan sendiri, ketikkan password yang diinginkan minimal 5 karakter. Gunakan password yang aman dan kuat, password bisa dibagikan kepada peserta tes yang kita kehendaki.
Ø   Quiz visibility = penampakan soal
Ø   Comment = komentar soal online, pilih public agar orang lain bisa mengomentari soal online yang kita buat.
Ø   Order of question = penyajian soal yang diinginkan, pilih sequential jika menginginkan soal berurut sesuai yang kita buat. Pilih random untuk mengacak soal yang telah kita buat.
Ø   Number of question = nomor pertanyaan soal, bisa dipilih show all question atau lainnya tinggal klik aja
Ø   Max. Time to complete quiz = waktu maksimal yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal online, bisa ditentukan dalam hitungan menit maupun jam, tinggal sesuai selera kita.
Ø   Choose your language = pilihan bahasa pengantar dalam soal online, klik aja dan pilih bahasa Indonesia.
Ø   Quiz is available = pilih aja always agar soal bisa diakses selamanya
Ø   Email notification dan browser security diperuntukkan hanya pelanggan premium saja



Setting identitas siswa yang ingin diketahui sebelum mengerjakan soal dengan mengklik yes pada name, email maupun id. Setidaknya name dan email diklik yes agar nama dan email siswa dapat kita ketahui setelah mengerjakan soal.






MEMASANG SOAL ONLINE DI BLOG

 
1. Klik My Quizzes untuk melihat daftar kuis/soal yang telah dibuat, klik Get Quiz Takers


Klik Add this quiz to your site



Langkah 1 :
Ø      Menentukan jenis font dan ukuran font pada soal, tentukan sesuai dengan keinginan.
Ø      Menentukan ukuran box soal online. Pemakai layanan gratis diberi pilihan ukuran small dan medium. Untuk ukuran large dan custom diperuntukkan bagi yang berbayar.
Ø      Tentukan tema tampilan soal, silahkan klik sesuai pilihan atau bisa diatur sendiri temanya dengan mengklik custom.
Fasilitas lainnya untuk yang berbayar.

 
Langkah 2 dan 3
Copy kode di kotak dan paste (salin) kode tersebut pada blog.
Untuk layanan blog wordpress gratis hal ini tidak diperkenankan.
Untuk layanan blog blogspot, silahkan copy kode tersebut dengan memilih format penulisan edit html


MELIHAT HASIL TES SISWA DAN STATISTIK SOAL


 
Pada daftar kuis (My Quizzes), klik Reports and Attempts untuk melihat hasil tes siswa. Siswa setelah mengerjakan soal online akan mendapatkan sertifikat beserta skor nilainya secara otomatis.
Untuk melihat statistic soal, klik Stats

 
SELAMAT MENCOBA ! MAJU SELALU PENDIDIKAN KITA !!

Senin, 10 Januari 2011

MEDIA BELAJAR BIOLOGI INTERAKTIF

- Hallo sahabat Para Pembelajar, Pada sharing yang berjudul , Semoga Para Sahabat dapat Mudah Memahaminya.

MEDIA BELAJAR BIOLOGI INTERAKTIF
MEDIA BELAJAR BIOLOGI INTERAKTIF

lihat juga


Bagi teman-teman guru maupun siswa yang membutuhkan media pembelajaran  interaktif format flash bisa didownload link berikut :
CATATAN :
  1. Untuk mendownload klik link bersangkutan dengan klik kanan –> save as –> lalu simpan file di folder yang telah Anda tentukan
  2. Untuk file format flas (swf) bisa dijalankan dengan baik dengan syarat komputer anda harus sudah terinstal program Adobe  Flash player ( atau macromedia flash).


SELAMAT BELAJAR :
-Lysosomes
- Sodium-Potassium Exchange Pump
- Cotransport
- Endocytosis and Exocytosis
- Proton Pump
- How Intracellular Receptors Regulate Gene Transcription
- Second Messengers – The cAMP and Ca Pathways
- Signal Amplification
- A Biochemical Pathway
- Feedback Inhibition of Biochemical Pathways
- Electron Transport System and ATP Synthesis
- Cyclic and Noncyclic Photophosphorylation
- Photosynthetic Electron Transport and ATP Synthesis
- Mitosis and Cytokinesis
- Cell Proliferation Signaling Pathway
- Bidirectional Replication of DNA
- Unique Features of Meiosis
- Comparison of Meiosis and Mitosis
- Random Orientation of Chromosomes During Meiosis
- Stages of Meiosis
- Hershey and Chase Experiment
- Meselson and Stahl Experiment
- DNA Replication Fork
- How Nucleotides are Added in DNA Replication
- Processing of Gene Information – Prokaryotes versus Eukaryotes
- Protein Synthesis
- How Spliceosomes Process RNA
- Restriction Endonucleases
- Restriction Fragment Length Polymorphisms
- Early Genetic Engineering Experiment
- Constructing Vaccines
- Southern Blot
- cDNA
- Steps in Cloning a Gene
- Polymerase Chain Reaction
- Microarray
- The Ti Plasmid
- The Tryptophan Repressor
- Combination of Switches – the Lac Operon
- Control of Gene Expression in Eukaryotes
- Transcription Complex and Enhancers
- Integration and Excision of a Plasmid
- Mechanism of Transposition
- The Consequence of Inversion
- Control of the Cell Cycle
- Slipped-strand Mispairing
- Conjugation with F Plasmid
- Thymine Dimers
- How Tumor Suppressor Genes Block Cell Division
- The Consequence of Inversion
- Treatment of HIV
- How Prions Arise
- HIV Replication
- Malaria – Life Cycle of Plasmodium
- Sarcomere Shortening
- Three Phases of Gastric Secretion
- Changes in the Partial Pressures of Oxygen and Carbon Dioxide
- Chemical Synapse
- Membrane-Bound Receptors G Proteins and Ca2 Channels
- Voltage Gated Channels and the Action Potential
- Sodium-Potassium Exchange
- Action Potential Propagation in an Unmyelinated Axon
- Function of the Neuromuscular Junction
- Effect of Sound Waves on Cochlear Structures
- Mechanism of Steroid Hormone Action
- Mechanism of Thyroxine Action
- Action of Epinephrine on a Liver Cell
- Cytotoxic T-cell Activity Against Target Cells
- Interaction of Antigen Presenting Cells and T-helper Cells
- Monoclonal Antibody Production
- IgE Mediated Hypersensitivity
- Spermatogenesis
Berikut adalah animasi biologi yang berasal dari alamat http://www.biology.ualberta.ca/facilities/multimedia/index.php?Page=284
Catatan setelah download: untuk menjalankan program animasi biologi ini langsung klik (tidak perlu program lain untuk menjalankannya)
1. Animal cell mix and match
2. The Carbon Cycle
3. Catabolism
4. Mitosis and Meiosis
5. Comparing Prokaryotic and Eukaryotic cells
6. Fern Life Cycle
7. How to make a wet mount
8. How to streak a plate and bacterial culture growth
9. Nerve Action Potential
10. Nerve Action Potential – Complex version
11. The Nitrogen Cycle
12. Plant cell mix and match
13. Life Cycle of an Angiosperm
14. Parts of the Microscope
Software Try Out Ujian Nasional 2010 mapel Biologi bisa di download disini

Bagi teman-teman guru maupun siswa yang membutuhkan media pembelajaran  interaktif format flash bisa didownload link berikut :
CATATAN :

  1. Untuk mendownload klik link bersangkutan dengan klik kanan –> save as –> lalu simpan file di folder yang telah Anda tentukan
  2. Untuk file format flas (swf) bisa dijalankan dengan baik dengan syarat komputer anda harus sudah terinstal program Adobe  Flash player ( atau macromedia flash).


SELAMAT BELAJAR :
-Lysosomes
- Sodium-Potassium Exchange Pump
- Cotransport
- Endocytosis and Exocytosis
- Proton Pump
- How Intracellular Receptors Regulate Gene Transcription
- Second Messengers – The cAMP and Ca Pathways
- Signal Amplification
- A Biochemical Pathway
- Feedback Inhibition of Biochemical Pathways
- Electron Transport System and ATP Synthesis
- Cyclic and Noncyclic Photophosphorylation
- Photosynthetic Electron Transport and ATP Synthesis
- Mitosis and Cytokinesis
- Cell Proliferation Signaling Pathway
- Bidirectional Replication of DNA
- Unique Features of Meiosis
- Comparison of Meiosis and Mitosis
- Random Orientation of Chromosomes During Meiosis
- Stages of Meiosis
- Hershey and Chase Experiment
- Meselson and Stahl Experiment
- DNA Replication Fork
- How Nucleotides are Added in DNA Replication
- Processing of Gene Information – Prokaryotes versus Eukaryotes
- Protein Synthesis
- How Spliceosomes Process RNA
- Restriction Endonucleases
- Restriction Fragment Length Polymorphisms
- Early Genetic Engineering Experiment
- Constructing Vaccines
- Southern Blot
- cDNA
- Steps in Cloning a Gene
- Polymerase Chain Reaction
- Microarray
- The Ti Plasmid
- The Tryptophan Repressor
- Combination of Switches – the Lac Operon
- Control of Gene Expression in Eukaryotes
- Transcription Complex and Enhancers
- Integration and Excision of a Plasmid
- Mechanism of Transposition
- The Consequence of Inversion
- Control of the Cell Cycle
- Slipped-strand Mispairing
- Conjugation with F Plasmid
- Thymine Dimers
- How Tumor Suppressor Genes Block Cell Division
- The Consequence of Inversion
- Treatment of HIV
- How Prions Arise
- HIV Replication
- Malaria – Life Cycle of Plasmodium
- Sarcomere Shortening
- Three Phases of Gastric Secretion
- Changes in the Partial Pressures of Oxygen and Carbon Dioxide
- Chemical Synapse
- Membrane-Bound Receptors G Proteins and Ca2 Channels
- Voltage Gated Channels and the Action Potential
- Sodium-Potassium Exchange
- Action Potential Propagation in an Unmyelinated Axon
- Function of the Neuromuscular Junction
- Effect of Sound Waves on Cochlear Structures
- Mechanism of Steroid Hormone Action
- Mechanism of Thyroxine Action
- Action of Epinephrine on a Liver Cell
- Cytotoxic T-cell Activity Against Target Cells
- Interaction of Antigen Presenting Cells and T-helper Cells
- Monoclonal Antibody Production
- IgE Mediated Hypersensitivity
- Spermatogenesis
Berikut adalah animasi biologi yang berasal dari alamat http://www.biology.ualberta.ca/facilities/multimedia/index.php?Page=284
Catatan setelah download: untuk menjalankan program animasi biologi ini langsung klik (tidak perlu program lain untuk menjalankannya)
1. Animal cell mix and match
2. The Carbon Cycle
3. Catabolism
4. Mitosis and Meiosis
5. Comparing Prokaryotic and Eukaryotic cells
6. Fern Life Cycle
7. How to make a wet mount
8. How to streak a plate and bacterial culture growth
9. Nerve Action Potential
10. Nerve Action Potential – Complex version
11. The Nitrogen Cycle
12. Plant cell mix and match
13. Life Cycle of an Angiosperm
14. Parts of the Microscope
Software Try Out Ujian Nasional 2010 mapel Biologi bisa di download disini

Bagi teman-teman guru maupun siswa yang membutuhkan media pembelajaran  interaktif format flash bisa didownload link berikut :
CATATAN :

  1. Untuk mendownload klik link bersangkutan dengan klik kanan –> save as –> lalu simpan file di folder yang telah Anda tentukan
  2. Untuk file format flas (swf) bisa dijalankan dengan baik dengan syarat komputer anda harus sudah terinstal program Adobe  Flash player ( atau macromedia flash).


SELAMAT BELAJAR :
-Lysosomes
- Sodium-Potassium Exchange Pump
- Cotransport
- Endocytosis and Exocytosis
- Proton Pump
- How Intracellular Receptors Regulate Gene Transcription
- Second Messengers – The cAMP and Ca Pathways
- Signal Amplification
- A Biochemical Pathway
- Feedback Inhibition of Biochemical Pathways
- Electron Transport System and ATP Synthesis
- Cyclic and Noncyclic Photophosphorylation
- Photosynthetic Electron Transport and ATP Synthesis
- Mitosis and Cytokinesis
- Cell Proliferation Signaling Pathway
- Bidirectional Replication of DNA
- Unique Features of Meiosis
- Comparison of Meiosis and Mitosis
- Random Orientation of Chromosomes During Meiosis
- Stages of Meiosis
- Hershey and Chase Experiment
- Meselson and Stahl Experiment
- DNA Replication Fork
- How Nucleotides are Added in DNA Replication
- Processing of Gene Information – Prokaryotes versus Eukaryotes
- Protein Synthesis
- How Spliceosomes Process RNA
- Restriction Endonucleases
- Restriction Fragment Length Polymorphisms
- Early Genetic Engineering Experiment
- Constructing Vaccines
- Southern Blot
- cDNA
- Steps in Cloning a Gene
- Polymerase Chain Reaction
- Microarray
- The Ti Plasmid
- The Tryptophan Repressor
- Combination of Switches – the Lac Operon
- Control of Gene Expression in Eukaryotes
- Transcription Complex and Enhancers
- Integration and Excision of a Plasmid
- Mechanism of Transposition
- The Consequence of Inversion
- Control of the Cell Cycle
- Slipped-strand Mispairing
- Conjugation with F Plasmid
- Thymine Dimers
- How Tumor Suppressor Genes Block Cell Division
- The Consequence of Inversion
- Treatment of HIV
- How Prions Arise
- HIV Replication
- Malaria – Life Cycle of Plasmodium
- Sarcomere Shortening
- Three Phases of Gastric Secretion
- Changes in the Partial Pressures of Oxygen and Carbon Dioxide
- Chemical Synapse
- Membrane-Bound Receptors G Proteins and Ca2 Channels
- Voltage Gated Channels and the Action Potential
- Sodium-Potassium Exchange
- Action Potential Propagation in an Unmyelinated Axon
- Function of the Neuromuscular Junction
- Effect of Sound Waves on Cochlear Structures
- Mechanism of Steroid Hormone Action
- Mechanism of Thyroxine Action
- Action of Epinephrine on a Liver Cell
- Cytotoxic T-cell Activity Against Target Cells
- Interaction of Antigen Presenting Cells and T-helper Cells
- Monoclonal Antibody Production
- IgE Mediated Hypersensitivity
- Spermatogenesis
Berikut adalah animasi biologi yang berasal dari alamat http://www.biology.ualberta.ca/facilities/multimedia/index.php?Page=284
Catatan setelah download: untuk menjalankan program animasi biologi ini langsung klik (tidak perlu program lain untuk menjalankannya)
1. Animal cell mix and match
2. The Carbon Cycle
3. Catabolism
4. Mitosis and Meiosis
5. Comparing Prokaryotic and Eukaryotic cells
6. Fern Life Cycle
7. How to make a wet mount
8. How to streak a plate and bacterial culture growth
9. Nerve Action Potential
10. Nerve Action Potential – Complex version
11. The Nitrogen Cycle
12. Plant cell mix and match
13. Life Cycle of an Angiosperm
14. Parts of the Microscope
Software Try Out Ujian Nasional 2010 mapel Biologi bisa di download disini

Minggu, 26 Desember 2010

TRY OUT UJIAN NASIONAL BIOLOGI SMA

- Hallo sahabat Para Pembelajar, Pada sharing yang berjudul , Semoga Para Sahabat dapat Mudah Memahaminya.

TRY OUT UJIAN NASIONAL BIOLOGI SMA
TRY OUT UJIAN NASIONAL BIOLOGI SMA

lihat juga





DIGITAL SCHOOL

- Hallo sahabat Para Pembelajar, Pada sharing yang berjudul , Semoga Para Sahabat dapat Mudah Memahaminya.

DIGITAL SCHOOL
DIGITAL SCHOOL

lihat juga




Terpanggil untuk mencerdaskan dan membuat pembelajaran yang menarik, maka saya membuat CD Multimedia Pembelajaran “Digital School” yang saya kemas dalam format web offline dalam bentuk CD. CD Digital School merupakan multimedia interaktif yang awalnya saya buat untuk membantu murid-murid saya belajar secara mandiri di rumah dengan bantuan komputer. Semua isi dalam CD ini saya dapat dari internet dan dari koleksi pribadi.
Cover Digital School 
Cover Digital School 

Digital School
 Halaman depan Digital School

CD Digital School berisi :
  1. Flash Edu, berupa halaman pembelajaran interaktif berformat Shockwafe Flash (swf) untuk SMA yang mencakup mapel Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Bahasa Inggris dan Geografi. Semua materi pada rubrik ini saya dapatkan dari e-dukasi.net
  2. Modul, berisi halaman modul berformat html untuk mapel Fisika, Biologi, Kimia, Matematika, Sejarah, Geografi, Ekonomi Akuntansi, PKn dan Sosiologi.
  3. E-Book, berisi buku elektronik mengenai keagamaan, iptek, buku harun yahya dll. Halaman ini berisi sekitar 40-an e-book yang siap dibaca maupun dicetak dengan format pdf dan doc. Semua e-book dalam halaman ini legal dari sumber yang dapat dipercaya. Anda bisa download e-book di Harun Yahya.com
  4. E-UMPTN, berisi modul pembelajaran untuk mempersiapkan diri menempuh Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Halaman ini bekerjasama dengan PT Prawedia Ciptakarsa Informatika sebagai pengisi content halaman ini. Di halaman ini juga disertakan software TryOut UMPTN yang dapat mengukur seberapa jauh penguasaan materi yang telah dipelajari, ada game edukatif juga.
  5. Tutorial TI, berisi tutorial seputar komputer, web programing dan sebagainya. sangat bermanfaat bagi Guru dan Murid dalam memperdalam pengetahuan mengenai komputer.
  6. Ristek, Hasil kajian riset dan teknolgi dari Departemen Riset Teknologi dapat Anda pelajari di halaman ini. Akan lebih bermanfaat lagi bila Anda menerapkan dan mengembangkan hasil karya tersebut guna menunjang kesejahteraan Anda sendiri maupun masyarakat luas. Kajian Ristek disini seluruh filenya berformat pdf (portable digital format)
  7. Have Fun, berisi game-game untuk refreshing serta film pendidikan dari Harun Yahya. Sangat bermanfaat untuk merelaksasi otak yang tegang setelah membuka halaman-halaman pembelajaran yang serius.
  8. Software, berisi kumpulan software pendidikan, keagamaan dan yang lainnya.
CD Digital School ini telah saya buat sejak tahun 2006 dan telah menyebar ke beberapa kota, seperti Pekalongan, Batang, Semarang, Jepara, Purwodadi, Banten bahkan sudah sampai ke Riau. CD ini sangat bermanfaat bagi para siswa terutama untuk tingkat SMU dan para guru dalam membantu presentasi pembelajaran di kelas.

Harga CD       : Rp. 30.000,- + Biaya ongkos kirim
Kode Produk : CD DS



Terpanggil untuk mencerdaskan dan membuat pembelajaran yang menarik, maka saya membuat CD Multimedia Pembelajaran “Digital School” yang saya kemas dalam format web offline dalam bentuk CD. CD Digital School merupakan multimedia interaktif yang awalnya saya buat untuk membantu murid-murid saya belajar secara mandiri di rumah dengan bantuan komputer. Semua isi dalam CD ini saya dapat dari internet dan dari koleksi pribadi.

Cover Digital School 
Cover Digital School 

Digital School
 Halaman depan Digital School

CD Digital School berisi :
  1. Flash Edu, berupa halaman pembelajaran interaktif berformat Shockwafe Flash (swf) untuk SMA yang mencakup mapel Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Bahasa Inggris dan Geografi. Semua materi pada rubrik ini saya dapatkan dari e-dukasi.net
  2. Modul, berisi halaman modul berformat html untuk mapel Fisika, Biologi, Kimia, Matematika, Sejarah, Geografi, Ekonomi Akuntansi, PKn dan Sosiologi.
  3. E-Book, berisi buku elektronik mengenai keagamaan, iptek, buku harun yahya dll. Halaman ini berisi sekitar 40-an e-book yang siap dibaca maupun dicetak dengan format pdf dan doc. Semua e-book dalam halaman ini legal dari sumber yang dapat dipercaya. Anda bisa download e-book di Harun Yahya.com
  4. E-UMPTN, berisi modul pembelajaran untuk mempersiapkan diri menempuh Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Halaman ini bekerjasama dengan PT Prawedia Ciptakarsa Informatika sebagai pengisi content halaman ini. Di halaman ini juga disertakan software TryOut UMPTN yang dapat mengukur seberapa jauh penguasaan materi yang telah dipelajari, ada game edukatif juga.
  5. Tutorial TI, berisi tutorial seputar komputer, web programing dan sebagainya. sangat bermanfaat bagi Guru dan Murid dalam memperdalam pengetahuan mengenai komputer.
  6. Ristek, Hasil kajian riset dan teknolgi dari Departemen Riset Teknologi dapat Anda pelajari di halaman ini. Akan lebih bermanfaat lagi bila Anda menerapkan dan mengembangkan hasil karya tersebut guna menunjang kesejahteraan Anda sendiri maupun masyarakat luas. Kajian Ristek disini seluruh filenya berformat pdf (portable digital format)
  7. Have Fun, berisi game-game untuk refreshing serta film pendidikan dari Harun Yahya. Sangat bermanfaat untuk merelaksasi otak yang tegang setelah membuka halaman-halaman pembelajaran yang serius.
  8. Software, berisi kumpulan software pendidikan, keagamaan dan yang lainnya.
CD Digital School ini telah saya buat sejak tahun 2006 dan telah menyebar ke beberapa kota, seperti Pekalongan, Batang, Semarang, Jepara, Purwodadi, Banten bahkan sudah sampai ke Riau. CD ini sangat bermanfaat bagi para siswa terutama untuk tingkat SMU dan para guru dalam membantu presentasi pembelajaran di kelas.

Harga CD       : Rp. 30.000,- + Biaya ongkos kirim
Kode Produk : CD DS



Terpanggil untuk mencerdaskan dan membuat pembelajaran yang menarik, maka saya membuat CD Multimedia Pembelajaran “Digital School” yang saya kemas dalam format web offline dalam bentuk CD. CD Digital School merupakan multimedia interaktif yang awalnya saya buat untuk membantu murid-murid saya belajar secara mandiri di rumah dengan bantuan komputer. Semua isi dalam CD ini saya dapat dari internet dan dari koleksi pribadi.

Cover Digital School 
Cover Digital School 

Digital School
 Halaman depan Digital School

CD Digital School berisi :
  1. Flash Edu, berupa halaman pembelajaran interaktif berformat Shockwafe Flash (swf) untuk SMA yang mencakup mapel Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Bahasa Inggris dan Geografi. Semua materi pada rubrik ini saya dapatkan dari e-dukasi.net
  2. Modul, berisi halaman modul berformat html untuk mapel Fisika, Biologi, Kimia, Matematika, Sejarah, Geografi, Ekonomi Akuntansi, PKn dan Sosiologi.
  3. E-Book, berisi buku elektronik mengenai keagamaan, iptek, buku harun yahya dll. Halaman ini berisi sekitar 40-an e-book yang siap dibaca maupun dicetak dengan format pdf dan doc. Semua e-book dalam halaman ini legal dari sumber yang dapat dipercaya. Anda bisa download e-book di Harun Yahya.com
  4. E-UMPTN, berisi modul pembelajaran untuk mempersiapkan diri menempuh Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Halaman ini bekerjasama dengan PT Prawedia Ciptakarsa Informatika sebagai pengisi content halaman ini. Di halaman ini juga disertakan software TryOut UMPTN yang dapat mengukur seberapa jauh penguasaan materi yang telah dipelajari, ada game edukatif juga.
  5. Tutorial TI, berisi tutorial seputar komputer, web programing dan sebagainya. sangat bermanfaat bagi Guru dan Murid dalam memperdalam pengetahuan mengenai komputer.
  6. Ristek, Hasil kajian riset dan teknolgi dari Departemen Riset Teknologi dapat Anda pelajari di halaman ini. Akan lebih bermanfaat lagi bila Anda menerapkan dan mengembangkan hasil karya tersebut guna menunjang kesejahteraan Anda sendiri maupun masyarakat luas. Kajian Ristek disini seluruh filenya berformat pdf (portable digital format)
  7. Have Fun, berisi game-game untuk refreshing serta film pendidikan dari Harun Yahya. Sangat bermanfaat untuk merelaksasi otak yang tegang setelah membuka halaman-halaman pembelajaran yang serius.
  8. Software, berisi kumpulan software pendidikan, keagamaan dan yang lainnya.
CD Digital School ini telah saya buat sejak tahun 2006 dan telah menyebar ke beberapa kota, seperti Pekalongan, Batang, Semarang, Jepara, Purwodadi, Banten bahkan sudah sampai ke Riau. CD ini sangat bermanfaat bagi para siswa terutama untuk tingkat SMU dan para guru dalam membantu presentasi pembelajaran di kelas.

Harga CD       : Rp. 30.000,- + Biaya ongkos kirim
Kode Produk : CD DS

Sabtu, 25 Desember 2010

Teori Asal Usul Kehidupan

- Hallo sahabat Para Pembelajar, Pada sharing yang berjudul , Semoga Para Sahabat dapat Mudah Memahaminya.

Teori Asal Usul Kehidupan
Teori Asal Usul Kehidupan

lihat juga


Kapan dimana dan dengan cara bagaimana kehidupan di bumi ini berawal? adalah pertanyaan yang terus menggoda para ilmuwan.

Berbagai teori asal-usul kehidupan telah disusun oleh para pakar tetapi belum ada satupun teori yang diterima secara memuaskan oleh semua pihak.

Teori tentang asal-usul kehidupan yang pernah disusun oleh para ahli di antaranya:

1. Kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (ghalib) pada saat istimewa (teori kreasi khas)
2. Kehidupan muncul dari benda tak hidup pada berbagai kesempatan (teori generatio spontanea)
3. Kehidupan tidak berasal-usul (keadaan mantap)
4. Kehidupan datang di planet ini dari mana saja (teori kosmozoan)
5. Kehidupan muncul berdasar hukum fisika-kimia (evolusi biokimia)



Teori Generatio Spontanea (Abiogenesis)

Disebut juga teori Abiogenesis pelopornya seorang ahli filsafat zaman Yunani Kuno Aristoteles (384-322 SM) yang berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja pendapat ini masih terus bertahan sampai abad kc 17 -18 Anthony van Leenwenhoek (abad ke 18) berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas rendaman jerami penemuan Leeuwenhoek (salah seorang penganut teori abiogenesis) memperkuat teori generatio spontanea teori terbukti makhluk hidup berasal dari benda mati (jasad renik berasal dari air bekas rendaman jerarni).

Beberapa ahli berusaha mengadakan penelitian untuk menyangkal teori generatio spontanea antara lain Franscesco Redi, Spallanzani dan Louis Pasteur.



[Percobaan Fransesco Redi]


[Percobaan Spallanzani]



Percobaan Redi dan Spallanzani masih belum dapat menumbangkan teori generatio spontanea karena menurut pendapat para pendukung teori tersebut bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontan dari benda mati diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani dan Redi tidak dapat melakukan fungsinya karena stoples dan labu percobaan tersumbat rapat-rapat.

Pasteur mencoba memperbaiki percobaan Spallanzani dengan menggunakan tabung kaca berbentuk leher angsa atau huruf S untuk menutup labu walaupun labu tersumbat udara sebagai "sumber gaya hidup" dapat masuk ke dalam labu. Dengan percobaan ini Pasteur berhasil menumbangkan teori generatio spontanea. Maka timbul teori baru Biogenesis (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup) dengan semboyannya Omne vivum ex ovo (makhluk hidup berasal dari telur) dan Omne vivum ex vivo (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang telah ada)

[Percobaan Louis Pasteur]



Evolusi Kimia

Menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks.

Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium. Ia merancang alat yang seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.



Skema alat percobaan Miller




Miller memasukkan gas H2, CH4 (metan), NH3 (amonia) dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai "halilintar" agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti ribosa.

Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana.

Evolusi Biologi

Alexander Oparin mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan "soppurba" tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan (koaservat). Timbunan gumpalan (koaservat) yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai "selaput sel primitif" yang memberi stabilitas pada koaservat.

Meskipun begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan "organisme heterotrofik" yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari "sop purba" yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda hidup.

Teori evolusi kimia telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang dari mana dan dengan cara bagaimana kehidupan itu muncul, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan lebih dari itu tidak hanya kehidupan biologis, tetapi juga kehidupan rohani yang meliputi moral, etika, estetika dan inteligensia.



Kehidupan, Konsep yang Lebih dari Sekadar Tumpukan Molekul

Marilah sejenak kita lupakan seluruh kemustahilan dan menganggap bahwa molekul protein terbentuk dalam lingkungan yang paling tidak tepat, tidak beraturan, seperti kondisi bumi purba. Pembentukan satu protein saja tidak akan cukup. Protein ini harus sabar menunggu selama ribuan bahkan jutaan tahun dalam lingkungan yang tidak beraturan tanpa mengalami kerusakan, sampai protein lain terbentuk secara kebetulan di dekatnya dalam kondisi yang sama. Protein tersebut harus menunggu hingga jutaan protein yang tepat terbentuk di sekitarnya dalam kondisi lingkungan yang sama, seluruhnya "secara kebetulan". Protein-protein yang terbentuk lebih dulu harus cukup sabar menunggu tanpa dirusak sinar ultraviolet dan efek-efek mekanis yang keras sampai protein lain muncul di dekat mereka. Kemudian protein-protein ini dalam jumlah memadai, yang semuanya muncul pada tempat yang sama, akan bergabung menghasilkan kombinasi fungsional dan membentuk organel-organel sel. Tidak ada senyawa berlebih, molekul berbahaya atau rantai protein tak berguna yang mengganggu mereka. Kemudian, bahkan bila organel-organel tersebut bergabung secara harmonis dan sesuai dengan rancangan dan urutannya, mereka harus dilengkapi enzim-enzim penting dan menutup diri dengan sebuah membran. Ruangan dalam membran harus diisi dengan cairan istimewa untuk menyediakan lingkungan ideal bagi organel-organel tersebut. Sekarang, sekalipun semua kejadian "yang sangat tidak mungkin" ini secara kebetulan benar-benar terjadi, apakah tumpukan molekul ini akan hidup?

Jawabannya adalah "tidak", karena penelitian telah mengungkapkan bahwa kombinasi seluruh bahan penting bagi kehidupan saja tidak cukup untuk memulai suatu kehidupan. Bahkan bila seluruh protein penting bagi kehidupan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi, usaha ini tidak akan menghasilkan satu pun sel hidup. Seluruh eksperimen mengenai hal ini telah terbukti tidak berhasil. Seluruh observasi dan eksperimen menunjukkan bahwa kehidupan hanya muncul dari kehidupan. Pernyataan bahwa kehidupan berevolusi dari benda mati atau "abiogenesis" adalah kisah yang hanya ada dalam mimpi evolusionis, dan sama sekali berbeda dengan setiap hasil eksperimen dan observasi.

Dalam hal ini, kehidupan pertama di bumi ini harus berasal dari kehidupan lain. Ini merupakan refleksi asma Allah yaitu "Al Hayyun" (Pemilik Kehidupan). Kehidupan dapat dimulai, berlanjut dan berakhir hanya dengan kehendak-Nya. Sedangkan evolusi, selain tidak mampu menjelaskan bagaimana kehidupan dimulai, juga bagaimana bahan-bahan penting bagi kehidupan dapat terbentuk dan bersatu.

Chandra Wickramasinghe menggambarkan realitas yang dihadapinya sebagai ilmuwan yang seumur hidup diajari bahwa kehidupan muncul dari peristiwa-peristiwa kebetulan:

"Sejak masa pendidikan untuk menjadi seorang ilmuwan, otak saya benar-benar dicuci agar percaya bahwa ilmu pengetahuan tidak sesuai dengan penciptaan yang 'disengaja'. Pemikiran tentang penciptaan ini harus disingkirkan dengan cara yang menyakitkan. Pada saat ini, saya tidak dapat menemukan argumentasi rasional untuk mengalahkan ajakan mempercayai Tuhan. Kami biasanya memiliki pikiran terbuka; dan sekarang, kami sadar bahwa satu-satunya jawaban logis atas kehidupan ini adalah penciptaan bukan proses acak dan kebetulan"




RENUNGAN
Manusia, merupakan makhluk sebaik-baik ciptaan Tuhan YME. Manusia diberi akal pikiran serta hati nurani, bisa mengembangkan akal budinya sehingga diberi amanat besar oleh Allah SWT sebagai "Kholifah fi Al-Ardh" (penguasa dan pemakmur di muka bumi). Siapakah manusia itu? darimana ia berasal? mengapa ia berada di bumi? dan untuk apa ia di bumi? Pernahkah Anda bertanya mengenai hal ini?

Manusia walaupun diberi akal pikiran dan logika belum bisa menjawab polemik tentang asal usul dirinya sendiri. Begitulah akibatnya jika manusia menggunakan akal pikirannya tanpa terbimbing oleh hati nurani dan wahyu dari Tuhan, manusia hanya akan menemukan kebuntuan yang nyata di depan mata jika tidak mempercayai bahwa alam semesta beserta isinya adalah ciptaan sempurna dan terukur secara super teliti dari Sang Maha Mengetahui Allah SWT.

Tak ada satupun manusia dizaman secanggih ini mampu membuat sebuah sel, dan sangat tidak masuk akal sebuah sel yang kompleks tercipta dari sebuah kebetulan.



AYAT QUR'AN


"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui"

[Q.S. Al-Baqarah : 22]

Kapan dimana dan dengan cara bagaimana kehidupan di bumi ini berawal? adalah pertanyaan yang terus menggoda para ilmuwan.

Berbagai teori asal-usul kehidupan telah disusun oleh para pakar tetapi belum ada satupun teori yang diterima secara memuaskan oleh semua pihak.

Teori tentang asal-usul kehidupan yang pernah disusun oleh para ahli di antaranya:

1. Kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (ghalib) pada saat istimewa (teori kreasi khas)
2. Kehidupan muncul dari benda tak hidup pada berbagai kesempatan (teori generatio spontanea)
3. Kehidupan tidak berasal-usul (keadaan mantap)
4. Kehidupan datang di planet ini dari mana saja (teori kosmozoan)
5. Kehidupan muncul berdasar hukum fisika-kimia (evolusi biokimia)



Teori Generatio Spontanea (Abiogenesis)

Disebut juga teori Abiogenesis pelopornya seorang ahli filsafat zaman Yunani Kuno Aristoteles (384-322 SM) yang berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja pendapat ini masih terus bertahan sampai abad kc 17 -18 Anthony van Leenwenhoek (abad ke 18) berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas rendaman jerami penemuan Leeuwenhoek (salah seorang penganut teori abiogenesis) memperkuat teori generatio spontanea teori terbukti makhluk hidup berasal dari benda mati (jasad renik berasal dari air bekas rendaman jerarni).

Beberapa ahli berusaha mengadakan penelitian untuk menyangkal teori generatio spontanea antara lain Franscesco Redi, Spallanzani dan Louis Pasteur.



[Percobaan Fransesco Redi]


[Percobaan Spallanzani]



Percobaan Redi dan Spallanzani masih belum dapat menumbangkan teori generatio spontanea karena menurut pendapat para pendukung teori tersebut bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontan dari benda mati diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani dan Redi tidak dapat melakukan fungsinya karena stoples dan labu percobaan tersumbat rapat-rapat.

Pasteur mencoba memperbaiki percobaan Spallanzani dengan menggunakan tabung kaca berbentuk leher angsa atau huruf S untuk menutup labu walaupun labu tersumbat udara sebagai "sumber gaya hidup" dapat masuk ke dalam labu. Dengan percobaan ini Pasteur berhasil menumbangkan teori generatio spontanea. Maka timbul teori baru Biogenesis (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup) dengan semboyannya Omne vivum ex ovo (makhluk hidup berasal dari telur) dan Omne vivum ex vivo (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang telah ada)

[Percobaan Louis Pasteur]



Evolusi Kimia

Menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks.

Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium. Ia merancang alat yang seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.



Skema alat percobaan Miller




Miller memasukkan gas H2, CH4 (metan), NH3 (amonia) dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai "halilintar" agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti ribosa.

Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana.

Evolusi Biologi

Alexander Oparin mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan "soppurba" tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan (koaservat). Timbunan gumpalan (koaservat) yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai "selaput sel primitif" yang memberi stabilitas pada koaservat.

Meskipun begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan "organisme heterotrofik" yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari "sop purba" yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda hidup.

Teori evolusi kimia telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang dari mana dan dengan cara bagaimana kehidupan itu muncul, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan lebih dari itu tidak hanya kehidupan biologis, tetapi juga kehidupan rohani yang meliputi moral, etika, estetika dan inteligensia.



Kehidupan, Konsep yang Lebih dari Sekadar Tumpukan Molekul

Marilah sejenak kita lupakan seluruh kemustahilan dan menganggap bahwa molekul protein terbentuk dalam lingkungan yang paling tidak tepat, tidak beraturan, seperti kondisi bumi purba. Pembentukan satu protein saja tidak akan cukup. Protein ini harus sabar menunggu selama ribuan bahkan jutaan tahun dalam lingkungan yang tidak beraturan tanpa mengalami kerusakan, sampai protein lain terbentuk secara kebetulan di dekatnya dalam kondisi yang sama. Protein tersebut harus menunggu hingga jutaan protein yang tepat terbentuk di sekitarnya dalam kondisi lingkungan yang sama, seluruhnya "secara kebetulan". Protein-protein yang terbentuk lebih dulu harus cukup sabar menunggu tanpa dirusak sinar ultraviolet dan efek-efek mekanis yang keras sampai protein lain muncul di dekat mereka. Kemudian protein-protein ini dalam jumlah memadai, yang semuanya muncul pada tempat yang sama, akan bergabung menghasilkan kombinasi fungsional dan membentuk organel-organel sel. Tidak ada senyawa berlebih, molekul berbahaya atau rantai protein tak berguna yang mengganggu mereka. Kemudian, bahkan bila organel-organel tersebut bergabung secara harmonis dan sesuai dengan rancangan dan urutannya, mereka harus dilengkapi enzim-enzim penting dan menutup diri dengan sebuah membran. Ruangan dalam membran harus diisi dengan cairan istimewa untuk menyediakan lingkungan ideal bagi organel-organel tersebut. Sekarang, sekalipun semua kejadian "yang sangat tidak mungkin" ini secara kebetulan benar-benar terjadi, apakah tumpukan molekul ini akan hidup?

Jawabannya adalah "tidak", karena penelitian telah mengungkapkan bahwa kombinasi seluruh bahan penting bagi kehidupan saja tidak cukup untuk memulai suatu kehidupan. Bahkan bila seluruh protein penting bagi kehidupan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi, usaha ini tidak akan menghasilkan satu pun sel hidup. Seluruh eksperimen mengenai hal ini telah terbukti tidak berhasil. Seluruh observasi dan eksperimen menunjukkan bahwa kehidupan hanya muncul dari kehidupan. Pernyataan bahwa kehidupan berevolusi dari benda mati atau "abiogenesis" adalah kisah yang hanya ada dalam mimpi evolusionis, dan sama sekali berbeda dengan setiap hasil eksperimen dan observasi.

Dalam hal ini, kehidupan pertama di bumi ini harus berasal dari kehidupan lain. Ini merupakan refleksi asma Allah yaitu "Al Hayyun" (Pemilik Kehidupan). Kehidupan dapat dimulai, berlanjut dan berakhir hanya dengan kehendak-Nya. Sedangkan evolusi, selain tidak mampu menjelaskan bagaimana kehidupan dimulai, juga bagaimana bahan-bahan penting bagi kehidupan dapat terbentuk dan bersatu.

Chandra Wickramasinghe menggambarkan realitas yang dihadapinya sebagai ilmuwan yang seumur hidup diajari bahwa kehidupan muncul dari peristiwa-peristiwa kebetulan:

"Sejak masa pendidikan untuk menjadi seorang ilmuwan, otak saya benar-benar dicuci agar percaya bahwa ilmu pengetahuan tidak sesuai dengan penciptaan yang 'disengaja'. Pemikiran tentang penciptaan ini harus disingkirkan dengan cara yang menyakitkan. Pada saat ini, saya tidak dapat menemukan argumentasi rasional untuk mengalahkan ajakan mempercayai Tuhan. Kami biasanya memiliki pikiran terbuka; dan sekarang, kami sadar bahwa satu-satunya jawaban logis atas kehidupan ini adalah penciptaan bukan proses acak dan kebetulan"




RENUNGAN
Manusia, merupakan makhluk sebaik-baik ciptaan Tuhan YME. Manusia diberi akal pikiran serta hati nurani, bisa mengembangkan akal budinya sehingga diberi amanat besar oleh Allah SWT sebagai "Kholifah fi Al-Ardh" (penguasa dan pemakmur di muka bumi). Siapakah manusia itu? darimana ia berasal? mengapa ia berada di bumi? dan untuk apa ia di bumi? Pernahkah Anda bertanya mengenai hal ini?

Manusia walaupun diberi akal pikiran dan logika belum bisa menjawab polemik tentang asal usul dirinya sendiri. Begitulah akibatnya jika manusia menggunakan akal pikirannya tanpa terbimbing oleh hati nurani dan wahyu dari Tuhan, manusia hanya akan menemukan kebuntuan yang nyata di depan mata jika tidak mempercayai bahwa alam semesta beserta isinya adalah ciptaan sempurna dan terukur secara super teliti dari Sang Maha Mengetahui Allah SWT.

Tak ada satupun manusia dizaman secanggih ini mampu membuat sebuah sel, dan sangat tidak masuk akal sebuah sel yang kompleks tercipta dari sebuah kebetulan.



AYAT QUR'AN


"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui"

[Q.S. Al-Baqarah : 22]

Kapan dimana dan dengan cara bagaimana kehidupan di bumi ini berawal? adalah pertanyaan yang terus menggoda para ilmuwan.

Berbagai teori asal-usul kehidupan telah disusun oleh para pakar tetapi belum ada satupun teori yang diterima secara memuaskan oleh semua pihak.

Teori tentang asal-usul kehidupan yang pernah disusun oleh para ahli di antaranya:

1. Kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (ghalib) pada saat istimewa (teori kreasi khas)
2. Kehidupan muncul dari benda tak hidup pada berbagai kesempatan (teori generatio spontanea)
3. Kehidupan tidak berasal-usul (keadaan mantap)
4. Kehidupan datang di planet ini dari mana saja (teori kosmozoan)
5. Kehidupan muncul berdasar hukum fisika-kimia (evolusi biokimia)



Teori Generatio Spontanea (Abiogenesis)

Disebut juga teori Abiogenesis pelopornya seorang ahli filsafat zaman Yunani Kuno Aristoteles (384-322 SM) yang berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja pendapat ini masih terus bertahan sampai abad kc 17 -18 Anthony van Leenwenhoek (abad ke 18) berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas rendaman jerami penemuan Leeuwenhoek (salah seorang penganut teori abiogenesis) memperkuat teori generatio spontanea teori terbukti makhluk hidup berasal dari benda mati (jasad renik berasal dari air bekas rendaman jerarni).

Beberapa ahli berusaha mengadakan penelitian untuk menyangkal teori generatio spontanea antara lain Franscesco Redi, Spallanzani dan Louis Pasteur.



[Percobaan Fransesco Redi]


[Percobaan Spallanzani]



Percobaan Redi dan Spallanzani masih belum dapat menumbangkan teori generatio spontanea karena menurut pendapat para pendukung teori tersebut bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontan dari benda mati diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani dan Redi tidak dapat melakukan fungsinya karena stoples dan labu percobaan tersumbat rapat-rapat.

Pasteur mencoba memperbaiki percobaan Spallanzani dengan menggunakan tabung kaca berbentuk leher angsa atau huruf S untuk menutup labu walaupun labu tersumbat udara sebagai "sumber gaya hidup" dapat masuk ke dalam labu. Dengan percobaan ini Pasteur berhasil menumbangkan teori generatio spontanea. Maka timbul teori baru Biogenesis (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup) dengan semboyannya Omne vivum ex ovo (makhluk hidup berasal dari telur) dan Omne vivum ex vivo (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang telah ada)

[Percobaan Louis Pasteur]



Evolusi Kimia

Menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks.

Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium. Ia merancang alat yang seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.



Skema alat percobaan Miller




Miller memasukkan gas H2, CH4 (metan), NH3 (amonia) dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai "halilintar" agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti ribosa.

Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana.

Evolusi Biologi

Alexander Oparin mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan "soppurba" tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan (koaservat). Timbunan gumpalan (koaservat) yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai "selaput sel primitif" yang memberi stabilitas pada koaservat.

Meskipun begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan "organisme heterotrofik" yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari "sop purba" yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda hidup.

Teori evolusi kimia telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang dari mana dan dengan cara bagaimana kehidupan itu muncul, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan lebih dari itu tidak hanya kehidupan biologis, tetapi juga kehidupan rohani yang meliputi moral, etika, estetika dan inteligensia.



Kehidupan, Konsep yang Lebih dari Sekadar Tumpukan Molekul

Marilah sejenak kita lupakan seluruh kemustahilan dan menganggap bahwa molekul protein terbentuk dalam lingkungan yang paling tidak tepat, tidak beraturan, seperti kondisi bumi purba. Pembentukan satu protein saja tidak akan cukup. Protein ini harus sabar menunggu selama ribuan bahkan jutaan tahun dalam lingkungan yang tidak beraturan tanpa mengalami kerusakan, sampai protein lain terbentuk secara kebetulan di dekatnya dalam kondisi yang sama. Protein tersebut harus menunggu hingga jutaan protein yang tepat terbentuk di sekitarnya dalam kondisi lingkungan yang sama, seluruhnya "secara kebetulan". Protein-protein yang terbentuk lebih dulu harus cukup sabar menunggu tanpa dirusak sinar ultraviolet dan efek-efek mekanis yang keras sampai protein lain muncul di dekat mereka. Kemudian protein-protein ini dalam jumlah memadai, yang semuanya muncul pada tempat yang sama, akan bergabung menghasilkan kombinasi fungsional dan membentuk organel-organel sel. Tidak ada senyawa berlebih, molekul berbahaya atau rantai protein tak berguna yang mengganggu mereka. Kemudian, bahkan bila organel-organel tersebut bergabung secara harmonis dan sesuai dengan rancangan dan urutannya, mereka harus dilengkapi enzim-enzim penting dan menutup diri dengan sebuah membran. Ruangan dalam membran harus diisi dengan cairan istimewa untuk menyediakan lingkungan ideal bagi organel-organel tersebut. Sekarang, sekalipun semua kejadian "yang sangat tidak mungkin" ini secara kebetulan benar-benar terjadi, apakah tumpukan molekul ini akan hidup?

Jawabannya adalah "tidak", karena penelitian telah mengungkapkan bahwa kombinasi seluruh bahan penting bagi kehidupan saja tidak cukup untuk memulai suatu kehidupan. Bahkan bila seluruh protein penting bagi kehidupan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi, usaha ini tidak akan menghasilkan satu pun sel hidup. Seluruh eksperimen mengenai hal ini telah terbukti tidak berhasil. Seluruh observasi dan eksperimen menunjukkan bahwa kehidupan hanya muncul dari kehidupan. Pernyataan bahwa kehidupan berevolusi dari benda mati atau "abiogenesis" adalah kisah yang hanya ada dalam mimpi evolusionis, dan sama sekali berbeda dengan setiap hasil eksperimen dan observasi.

Dalam hal ini, kehidupan pertama di bumi ini harus berasal dari kehidupan lain. Ini merupakan refleksi asma Allah yaitu "Al Hayyun" (Pemilik Kehidupan). Kehidupan dapat dimulai, berlanjut dan berakhir hanya dengan kehendak-Nya. Sedangkan evolusi, selain tidak mampu menjelaskan bagaimana kehidupan dimulai, juga bagaimana bahan-bahan penting bagi kehidupan dapat terbentuk dan bersatu.

Chandra Wickramasinghe menggambarkan realitas yang dihadapinya sebagai ilmuwan yang seumur hidup diajari bahwa kehidupan muncul dari peristiwa-peristiwa kebetulan:

"Sejak masa pendidikan untuk menjadi seorang ilmuwan, otak saya benar-benar dicuci agar percaya bahwa ilmu pengetahuan tidak sesuai dengan penciptaan yang 'disengaja'. Pemikiran tentang penciptaan ini harus disingkirkan dengan cara yang menyakitkan. Pada saat ini, saya tidak dapat menemukan argumentasi rasional untuk mengalahkan ajakan mempercayai Tuhan. Kami biasanya memiliki pikiran terbuka; dan sekarang, kami sadar bahwa satu-satunya jawaban logis atas kehidupan ini adalah penciptaan bukan proses acak dan kebetulan"




RENUNGAN
Manusia, merupakan makhluk sebaik-baik ciptaan Tuhan YME. Manusia diberi akal pikiran serta hati nurani, bisa mengembangkan akal budinya sehingga diberi amanat besar oleh Allah SWT sebagai "Kholifah fi Al-Ardh" (penguasa dan pemakmur di muka bumi). Siapakah manusia itu? darimana ia berasal? mengapa ia berada di bumi? dan untuk apa ia di bumi? Pernahkah Anda bertanya mengenai hal ini?

Manusia walaupun diberi akal pikiran dan logika belum bisa menjawab polemik tentang asal usul dirinya sendiri. Begitulah akibatnya jika manusia menggunakan akal pikirannya tanpa terbimbing oleh hati nurani dan wahyu dari Tuhan, manusia hanya akan menemukan kebuntuan yang nyata di depan mata jika tidak mempercayai bahwa alam semesta beserta isinya adalah ciptaan sempurna dan terukur secara super teliti dari Sang Maha Mengetahui Allah SWT.

Tak ada satupun manusia dizaman secanggih ini mampu membuat sebuah sel, dan sangat tidak masuk akal sebuah sel yang kompleks tercipta dari sebuah kebetulan.



AYAT QUR'AN


"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui"

[Q.S. Al-Baqarah : 22]

VIRUS

- Hallo sahabat Para Pembelajar, Pada sharing yang berjudul , Semoga Para Sahabat dapat Mudah Memahaminya.

VIRUS
VIRUS

lihat juga


Virus berasal dari bahasa Yunani, yang berarti racun, sebab hampir semua virus adalah penyebab penyakit.

A.       Sejarah ditemukannya virus

1.         Adolf Meyer
Ilmuwan Jerman, mengadakan penelitian virus pada tanaman tembakau yang terinfeksi penyakit mozaik. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan :
a.       Pada daun yang berpenyakit, ditemukan zat tertentu, sedangkan daun yang sehat tidak.
b.       Zat penyebab penyakit tersebut tidak dapat dibiakkan dalam medium agar-agar.
c.       Zat tersebut tahan pada suhu 60o C.

2.         Dmitri Ivanovski
Ilmuwan Russia pada tahun 1892, mempelajarai penyakit mozaik pada tembakau. Penyebab penyakit tersebut diberi nama Virus, dan berikuran sangat kecil.  

3.         M. Beijerinck
Ilmuwan Belanda, tahun 1899 juga meneliti penyakit mozaik pada tanaman tembakau. Virus penyebab mozaik pada tembakau disebut TMV (Tobacco Mozaic Virus).

4.          Wendell M. Stanley
Ilmuwan Amerika Serikat tahun 1935 dapat mengisolasi dan mengkristalkan virus. Penemuan Stanley tersebut merupakan awal berkembangnya penelitian tentang virus. Saat ini virus dipelejari khusus dalam ilmu Virologi. Satu unit virus yang lengkap disebut virion.

B.      Sifat-sifat Virus

1.    Bentuk Virus
Bentuk virus bermacam-macam, antara lain, bulat, batang, oval, silindris, kubus, amorf serta bentuk huruf T.
2.    Ukuran Virus
Virus memiliki ukuran ultra mikroskopis (sub renik), berukuran 2 – 300 milimikron (1 mikron = 10-6 mm). Sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
3.    Struktur Virus
Tubuh virus terdiri atas kepala, ekor dan serabut ekor. Selubung luar virus disebut kapsid atau kapsomer, tersusun atas protein. Dalam kepala terdapat materi genetik (ADN, ARN, ADN dan ARN).
4.    Dapat dikristalkan.
5.    Hanya dapat dibiakkan dalam sel/jaringan hidup.
6.    Tidak memiliki organel sel.








A.       Reproduksi Virus

Virus dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu :
  1. Daur Lisis/Litik
a.    fase adsorbsi
ditandai dengan menempelnya virus (Bakteriofage/Fage) pada permukaan luar dinding bakteri (Escherichia coli).
b.    fase injeksi (penetrasi)
Fage mensekresikan enzim hidrolase yang meluluhkan dinding sel bakteri, sehingga terbentuk lubang, dan Fage memasukkan DNA ke dalam sitoplasma bakteri.
c.    fase eklifase
DNA virus mengambil alih kendali sel bakteri, kemudian menghancurkan DNA bakteri menjadi komponen-komponen dasar pembentuk sel.
d.    fase sintesis
Pada fase ini, dibentuk komponen-komponen virus dalam sel bakteri.
e.    fase perakitan
Komponen-komponen virus tersebut dirakit menjadi calon-calon virus baru.
f.      fase lisis/litik
Dinding sel bakteri pecah dan keluarlah ribuan virus yang siap menginfeksi bakteri yang lain.
  1. Daur Lisogenik
Ada kalanya bakteri dalam keadaan imun, sehingga Fage tidak dapat langsung mengambil alih kendali sel bakteri, sehingga yang terjadi adalah Daur Lisogenik. Fase-fase pada Daur Lisogenik adalah sebagai berikut :
a.    fase adsorbsi
b.    fase injeksi (penetrasi)
c.    fase penggabungan
pada fase ini, DNA virus bergabung dangan DNA bakteri, dan ikut melakukan pembelahan bersama DNA bakteri. DNA tersebut disebut profage. Profage akan selalu mengikuti pembelahan sel bakteri. Sampai suatu saat sel bakteri tidak dalam keadaan imun, dan profage segera mengambil alih kendali sel bakteri.
d.    fase eklifase
e.    fase sintesis
f.      fase perakitan
g.    fase lisis/litik.






D. Peranan Positif Virus :
  • Sebagai bahan dasar pembuatan vaksin
  • Untuk melemahkan bakteri
  • Untuk membuat anti toksin (anti racun)

E. Peranan Negatif Virus
Virus banyak yang menyebabkan penyakit, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan.
1) Penyakit akibat virus pada manusia
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
Gejala
Penularan
1.
Hepatitis Virus Hepatitis A (HAV), B (HBV), C (HCV) hati Lemas, kehilangan nafsu makan, mual, demam, sakit di bagian atas perut, kulit dan mata menguning
  • HAV : lewat makanan dan air yang terkontaminasi
  • HBV & HCV : lewat hubungan seks, makan dari wadah yang sama, kontak dengan luka, saat bayi ketika dilahirkan yang terinfeksi dari ibu.
2.
Herpes Herpertoviridae Kulit dan selaput lendir pada mulut dan bibir, alat genital demam, sakit pada alat genital, ensefalitis lewat luka kecil, saat bayi dilahirkan atau melalui hubungan seksual
3.
Polio Poliovirus Sistem syaraf Gejala awal demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, lelah dan mual. Saat menyerang syaraf bisa menimbulkan kelumpuhan, bisanya pada anak usia 1-5 tahun lewat mulut
4.
Cacar Virus spherical varicella-zoster (VZV), Poxvirus Hati, limpa, organ dalam lain namun biasanya menyerang membran mukus (lendir) mulut dan sel kulit Mula-mula demam, mual, sakit kepala, sakit otot, 2-3 hari kemudian timbul bintil-bintil di kulit Lewat kontak dengan penderita
5.
Gondong Paramyxovirus Kelenjar ludah dan jaringan syaraf Demam, sakit badan, kehilangan selera makan, tenggorokan kering dan bengkak di bagian leher Lewat udara
6.
Influenza Adenovirus, Orthomyxovirus Saluran pernapasan Sakit otot, rasa lelah, hidung pilek, demam dan bersin-bersin Lewat udara
7.
Campak Paramyxovirus Sel epitel kulit 12 hari sejak terpapar virus timbul demam, bersin-bersin, hidung berair, batuk dan kelenjar leher bengkak. 4 hari kemudian, muncul bintik-bintik merah di tubuh. 2-3 hari kemudian, demam mereda dan bintik-bintikpun hilang Lewat udara
8.
AIDS HIV (Human Immunodeficiency Syndrom) Sel darah putih Kekebalan tubuh hilang, sering terkena penyakit ringan tetapi tidak sembuh-sembuh Lewat hubungan sex, jarum suntuk, bayi sejak lahir yang terinfeksi dari ibunya, transfusi darah
9.
Flu burung H5N1 (Avian Influenza) Saluran pernapasan demam tinggi, sesak napas, tersengal-sengal, sakit saluran pernapasan, sakit pada perut Kontak dengan unggas yang terinfeksi virus.
10.
Demam Berdarah Dengue (DBD) Arbovirus (Arthropodborn virus), Flavivirus Sel-sel darah putih, kelenjar getah bening Muncul bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, pendarahan gusi, demam tinggi (390-400 C), penurunan kadar trombosit, pembuluh darah bocor Lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus

2) Penyakit akibat virus pada hewan
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
1.
Penyakit mulut dan kaki Foot and Mouth Disease Virus (Aphthovirus sp) Sapi, kerbau, domba dan kuda
2.
Tetelo Newcastle Disease Virus Unggas, ayam
3.
Rabies Rhabdovirus Kucing, anjing, kera
4.
Flu burung Avian influenza (H5N1 dan varian lainnya) Unggas seperti ayam, bebek, burung dsb


3) Penyakit akibat virus pada tumbuhan
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
1.
Mozaik pada tembakau Tobacco mozaic virus (TMV) Tanaman tembakau
2.
Penyakit tanaman jeruk [Citrus vein phloem degeneration (CVPD] Citrus leprosis virus Tanaman jeruk, menyebabkan kerusakan pada pembuluh tapis (floem)
3.
Tungro Virus tungro Tanaman padi, disebarkan oleh wereng coklat dan wereng hijau



MPI Membongkar Rahasia Virus





 

Virus berasal dari bahasa Yunani, yang berarti racun, sebab hampir semua virus adalah penyebab penyakit.

A.       Sejarah ditemukannya virus

1.         Adolf Meyer
Ilmuwan Jerman, mengadakan penelitian virus pada tanaman tembakau yang terinfeksi penyakit mozaik. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan :
a.       Pada daun yang berpenyakit, ditemukan zat tertentu, sedangkan daun yang sehat tidak.
b.       Zat penyebab penyakit tersebut tidak dapat dibiakkan dalam medium agar-agar.
c.       Zat tersebut tahan pada suhu 60o C.

2.         Dmitri Ivanovski
Ilmuwan Russia pada tahun 1892, mempelajarai penyakit mozaik pada tembakau. Penyebab penyakit tersebut diberi nama Virus, dan berikuran sangat kecil.  

3.         M. Beijerinck
Ilmuwan Belanda, tahun 1899 juga meneliti penyakit mozaik pada tanaman tembakau. Virus penyebab mozaik pada tembakau disebut TMV (Tobacco Mozaic Virus).

4.          Wendell M. Stanley
Ilmuwan Amerika Serikat tahun 1935 dapat mengisolasi dan mengkristalkan virus. Penemuan Stanley tersebut merupakan awal berkembangnya penelitian tentang virus. Saat ini virus dipelejari khusus dalam ilmu Virologi. Satu unit virus yang lengkap disebut virion.

B.      Sifat-sifat Virus

1.    Bentuk Virus
Bentuk virus bermacam-macam, antara lain, bulat, batang, oval, silindris, kubus, amorf serta bentuk huruf T.
2.    Ukuran Virus
Virus memiliki ukuran ultra mikroskopis (sub renik), berukuran 2 – 300 milimikron (1 mikron = 10-6 mm). Sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
3.    Struktur Virus
Tubuh virus terdiri atas kepala, ekor dan serabut ekor. Selubung luar virus disebut kapsid atau kapsomer, tersusun atas protein. Dalam kepala terdapat materi genetik (ADN, ARN, ADN dan ARN).
4.    Dapat dikristalkan.
5.    Hanya dapat dibiakkan dalam sel/jaringan hidup.
6.    Tidak memiliki organel sel.








A.       Reproduksi Virus

Virus dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu :
  1. Daur Lisis/Litik
a.    fase adsorbsi
ditandai dengan menempelnya virus (Bakteriofage/Fage) pada permukaan luar dinding bakteri (Escherichia coli).
b.    fase injeksi (penetrasi)
Fage mensekresikan enzim hidrolase yang meluluhkan dinding sel bakteri, sehingga terbentuk lubang, dan Fage memasukkan DNA ke dalam sitoplasma bakteri.
c.    fase eklifase
DNA virus mengambil alih kendali sel bakteri, kemudian menghancurkan DNA bakteri menjadi komponen-komponen dasar pembentuk sel.
d.    fase sintesis
Pada fase ini, dibentuk komponen-komponen virus dalam sel bakteri.
e.    fase perakitan
Komponen-komponen virus tersebut dirakit menjadi calon-calon virus baru.
f.      fase lisis/litik
Dinding sel bakteri pecah dan keluarlah ribuan virus yang siap menginfeksi bakteri yang lain.
  1. Daur Lisogenik
Ada kalanya bakteri dalam keadaan imun, sehingga Fage tidak dapat langsung mengambil alih kendali sel bakteri, sehingga yang terjadi adalah Daur Lisogenik. Fase-fase pada Daur Lisogenik adalah sebagai berikut :
a.    fase adsorbsi
b.    fase injeksi (penetrasi)
c.    fase penggabungan
pada fase ini, DNA virus bergabung dangan DNA bakteri, dan ikut melakukan pembelahan bersama DNA bakteri. DNA tersebut disebut profage. Profage akan selalu mengikuti pembelahan sel bakteri. Sampai suatu saat sel bakteri tidak dalam keadaan imun, dan profage segera mengambil alih kendali sel bakteri.
d.    fase eklifase
e.    fase sintesis
f.      fase perakitan
g.    fase lisis/litik.






D. Peranan Positif Virus :
  • Sebagai bahan dasar pembuatan vaksin
  • Untuk melemahkan bakteri
  • Untuk membuat anti toksin (anti racun)

E. Peranan Negatif Virus
Virus banyak yang menyebabkan penyakit, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan.
1) Penyakit akibat virus pada manusia
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
Gejala
Penularan
1.
Hepatitis Virus Hepatitis A (HAV), B (HBV), C (HCV) hati Lemas, kehilangan nafsu makan, mual, demam, sakit di bagian atas perut, kulit dan mata menguning
  • HAV : lewat makanan dan air yang terkontaminasi
  • HBV & HCV : lewat hubungan seks, makan dari wadah yang sama, kontak dengan luka, saat bayi ketika dilahirkan yang terinfeksi dari ibu.
2.
Herpes Herpertoviridae Kulit dan selaput lendir pada mulut dan bibir, alat genital demam, sakit pada alat genital, ensefalitis lewat luka kecil, saat bayi dilahirkan atau melalui hubungan seksual
3.
Polio Poliovirus Sistem syaraf Gejala awal demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, lelah dan mual. Saat menyerang syaraf bisa menimbulkan kelumpuhan, bisanya pada anak usia 1-5 tahun lewat mulut
4.
Cacar Virus spherical varicella-zoster (VZV), Poxvirus Hati, limpa, organ dalam lain namun biasanya menyerang membran mukus (lendir) mulut dan sel kulit Mula-mula demam, mual, sakit kepala, sakit otot, 2-3 hari kemudian timbul bintil-bintil di kulit Lewat kontak dengan penderita
5.
Gondong Paramyxovirus Kelenjar ludah dan jaringan syaraf Demam, sakit badan, kehilangan selera makan, tenggorokan kering dan bengkak di bagian leher Lewat udara
6.
Influenza Adenovirus, Orthomyxovirus Saluran pernapasan Sakit otot, rasa lelah, hidung pilek, demam dan bersin-bersin Lewat udara
7.
Campak Paramyxovirus Sel epitel kulit 12 hari sejak terpapar virus timbul demam, bersin-bersin, hidung berair, batuk dan kelenjar leher bengkak. 4 hari kemudian, muncul bintik-bintik merah di tubuh. 2-3 hari kemudian, demam mereda dan bintik-bintikpun hilang Lewat udara
8.
AIDS HIV (Human Immunodeficiency Syndrom) Sel darah putih Kekebalan tubuh hilang, sering terkena penyakit ringan tetapi tidak sembuh-sembuh Lewat hubungan sex, jarum suntuk, bayi sejak lahir yang terinfeksi dari ibunya, transfusi darah
9.
Flu burung H5N1 (Avian Influenza) Saluran pernapasan demam tinggi, sesak napas, tersengal-sengal, sakit saluran pernapasan, sakit pada perut Kontak dengan unggas yang terinfeksi virus.
10.
Demam Berdarah Dengue (DBD) Arbovirus (Arthropodborn virus), Flavivirus Sel-sel darah putih, kelenjar getah bening Muncul bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, pendarahan gusi, demam tinggi (390-400 C), penurunan kadar trombosit, pembuluh darah bocor Lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus

2) Penyakit akibat virus pada hewan
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
1.
Penyakit mulut dan kaki Foot and Mouth Disease Virus (Aphthovirus sp) Sapi, kerbau, domba dan kuda
2.
Tetelo Newcastle Disease Virus Unggas, ayam
3.
Rabies Rhabdovirus Kucing, anjing, kera
4.
Flu burung Avian influenza (H5N1 dan varian lainnya) Unggas seperti ayam, bebek, burung dsb


3) Penyakit akibat virus pada tumbuhan
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
1.
Mozaik pada tembakau Tobacco mozaic virus (TMV) Tanaman tembakau
2.
Penyakit tanaman jeruk [Citrus vein phloem degeneration (CVPD] Citrus leprosis virus Tanaman jeruk, menyebabkan kerusakan pada pembuluh tapis (floem)
3.
Tungro Virus tungro Tanaman padi, disebarkan oleh wereng coklat dan wereng hijau



MPI Membongkar Rahasia Virus





 

Virus berasal dari bahasa Yunani, yang berarti racun, sebab hampir semua virus adalah penyebab penyakit.

A.       Sejarah ditemukannya virus

1.         Adolf Meyer
Ilmuwan Jerman, mengadakan penelitian virus pada tanaman tembakau yang terinfeksi penyakit mozaik. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan :
a.       Pada daun yang berpenyakit, ditemukan zat tertentu, sedangkan daun yang sehat tidak.
b.       Zat penyebab penyakit tersebut tidak dapat dibiakkan dalam medium agar-agar.
c.       Zat tersebut tahan pada suhu 60o C.

2.         Dmitri Ivanovski
Ilmuwan Russia pada tahun 1892, mempelajarai penyakit mozaik pada tembakau. Penyebab penyakit tersebut diberi nama Virus, dan berikuran sangat kecil.  

3.         M. Beijerinck
Ilmuwan Belanda, tahun 1899 juga meneliti penyakit mozaik pada tanaman tembakau. Virus penyebab mozaik pada tembakau disebut TMV (Tobacco Mozaic Virus).

4.          Wendell M. Stanley
Ilmuwan Amerika Serikat tahun 1935 dapat mengisolasi dan mengkristalkan virus. Penemuan Stanley tersebut merupakan awal berkembangnya penelitian tentang virus. Saat ini virus dipelejari khusus dalam ilmu Virologi. Satu unit virus yang lengkap disebut virion.

B.      Sifat-sifat Virus

1.    Bentuk Virus
Bentuk virus bermacam-macam, antara lain, bulat, batang, oval, silindris, kubus, amorf serta bentuk huruf T.
2.    Ukuran Virus
Virus memiliki ukuran ultra mikroskopis (sub renik), berukuran 2 – 300 milimikron (1 mikron = 10-6 mm). Sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
3.    Struktur Virus
Tubuh virus terdiri atas kepala, ekor dan serabut ekor. Selubung luar virus disebut kapsid atau kapsomer, tersusun atas protein. Dalam kepala terdapat materi genetik (ADN, ARN, ADN dan ARN).
4.    Dapat dikristalkan.
5.    Hanya dapat dibiakkan dalam sel/jaringan hidup.
6.    Tidak memiliki organel sel.








A.       Reproduksi Virus

Virus dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu :
  1. Daur Lisis/Litik
a.    fase adsorbsi
ditandai dengan menempelnya virus (Bakteriofage/Fage) pada permukaan luar dinding bakteri (Escherichia coli).
b.    fase injeksi (penetrasi)
Fage mensekresikan enzim hidrolase yang meluluhkan dinding sel bakteri, sehingga terbentuk lubang, dan Fage memasukkan DNA ke dalam sitoplasma bakteri.
c.    fase eklifase
DNA virus mengambil alih kendali sel bakteri, kemudian menghancurkan DNA bakteri menjadi komponen-komponen dasar pembentuk sel.
d.    fase sintesis
Pada fase ini, dibentuk komponen-komponen virus dalam sel bakteri.
e.    fase perakitan
Komponen-komponen virus tersebut dirakit menjadi calon-calon virus baru.
f.      fase lisis/litik
Dinding sel bakteri pecah dan keluarlah ribuan virus yang siap menginfeksi bakteri yang lain.
  1. Daur Lisogenik
Ada kalanya bakteri dalam keadaan imun, sehingga Fage tidak dapat langsung mengambil alih kendali sel bakteri, sehingga yang terjadi adalah Daur Lisogenik. Fase-fase pada Daur Lisogenik adalah sebagai berikut :
a.    fase adsorbsi
b.    fase injeksi (penetrasi)
c.    fase penggabungan
pada fase ini, DNA virus bergabung dangan DNA bakteri, dan ikut melakukan pembelahan bersama DNA bakteri. DNA tersebut disebut profage. Profage akan selalu mengikuti pembelahan sel bakteri. Sampai suatu saat sel bakteri tidak dalam keadaan imun, dan profage segera mengambil alih kendali sel bakteri.
d.    fase eklifase
e.    fase sintesis
f.      fase perakitan
g.    fase lisis/litik.






D. Peranan Positif Virus :
  • Sebagai bahan dasar pembuatan vaksin
  • Untuk melemahkan bakteri
  • Untuk membuat anti toksin (anti racun)

E. Peranan Negatif Virus
Virus banyak yang menyebabkan penyakit, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan.
1) Penyakit akibat virus pada manusia
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
Gejala
Penularan
1.
Hepatitis Virus Hepatitis A (HAV), B (HBV), C (HCV) hati Lemas, kehilangan nafsu makan, mual, demam, sakit di bagian atas perut, kulit dan mata menguning
  • HAV : lewat makanan dan air yang terkontaminasi
  • HBV & HCV : lewat hubungan seks, makan dari wadah yang sama, kontak dengan luka, saat bayi ketika dilahirkan yang terinfeksi dari ibu.
2.
Herpes Herpertoviridae Kulit dan selaput lendir pada mulut dan bibir, alat genital demam, sakit pada alat genital, ensefalitis lewat luka kecil, saat bayi dilahirkan atau melalui hubungan seksual
3.
Polio Poliovirus Sistem syaraf Gejala awal demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, lelah dan mual. Saat menyerang syaraf bisa menimbulkan kelumpuhan, bisanya pada anak usia 1-5 tahun lewat mulut
4.
Cacar Virus spherical varicella-zoster (VZV), Poxvirus Hati, limpa, organ dalam lain namun biasanya menyerang membran mukus (lendir) mulut dan sel kulit Mula-mula demam, mual, sakit kepala, sakit otot, 2-3 hari kemudian timbul bintil-bintil di kulit Lewat kontak dengan penderita
5.
Gondong Paramyxovirus Kelenjar ludah dan jaringan syaraf Demam, sakit badan, kehilangan selera makan, tenggorokan kering dan bengkak di bagian leher Lewat udara
6.
Influenza Adenovirus, Orthomyxovirus Saluran pernapasan Sakit otot, rasa lelah, hidung pilek, demam dan bersin-bersin Lewat udara
7.
Campak Paramyxovirus Sel epitel kulit 12 hari sejak terpapar virus timbul demam, bersin-bersin, hidung berair, batuk dan kelenjar leher bengkak. 4 hari kemudian, muncul bintik-bintik merah di tubuh. 2-3 hari kemudian, demam mereda dan bintik-bintikpun hilang Lewat udara
8.
AIDS HIV (Human Immunodeficiency Syndrom) Sel darah putih Kekebalan tubuh hilang, sering terkena penyakit ringan tetapi tidak sembuh-sembuh Lewat hubungan sex, jarum suntuk, bayi sejak lahir yang terinfeksi dari ibunya, transfusi darah
9.
Flu burung H5N1 (Avian Influenza) Saluran pernapasan demam tinggi, sesak napas, tersengal-sengal, sakit saluran pernapasan, sakit pada perut Kontak dengan unggas yang terinfeksi virus.
10.
Demam Berdarah Dengue (DBD) Arbovirus (Arthropodborn virus), Flavivirus Sel-sel darah putih, kelenjar getah bening Muncul bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, pendarahan gusi, demam tinggi (390-400 C), penurunan kadar trombosit, pembuluh darah bocor Lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus

2) Penyakit akibat virus pada hewan
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
1.
Penyakit mulut dan kaki Foot and Mouth Disease Virus (Aphthovirus sp) Sapi, kerbau, domba dan kuda
2.
Tetelo Newcastle Disease Virus Unggas, ayam
3.
Rabies Rhabdovirus Kucing, anjing, kera
4.
Flu burung Avian influenza (H5N1 dan varian lainnya) Unggas seperti ayam, bebek, burung dsb


3) Penyakit akibat virus pada tumbuhan
No
Penyakit
Nama Virus
Menyerang
1.
Mozaik pada tembakau Tobacco mozaic virus (TMV) Tanaman tembakau
2.
Penyakit tanaman jeruk [Citrus vein phloem degeneration (CVPD] Citrus leprosis virus Tanaman jeruk, menyebabkan kerusakan pada pembuluh tapis (floem)
3.
Tungro Virus tungro Tanaman padi, disebarkan oleh wereng coklat dan wereng hijau



MPI Membongkar Rahasia Virus